Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

MUI Jabar Siap Sambut New Normal Tempat Ibadah

Kamis 28 May 2020 13:28 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Muhammad Hafil

MUI Jabar Siap Sambut <em>New Normal</em> Tempat Ibadah. Foto: Foto kolase perbandingan suasana itikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadhan 1441 H sebelum adanya pandemi Covid-19 (atas) dan saat pandemi Covid-19 (bawah) di Masjid Habiburrahman, Kota Bandung, Rabu (13/5). Untuk menghindari wabah Covid-19 DKM Habiburrahman tidak menyelenggarakan itikaf tahun ini

MUI Jabar Siap Sambut New Normal Tempat Ibadah. Foto: Foto kolase perbandingan suasana itikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadhan 1441 H sebelum adanya pandemi Covid-19 (atas) dan saat pandemi Covid-19 (bawah) di Masjid Habiburrahman, Kota Bandung, Rabu (13/5). Untuk menghindari wabah Covid-19 DKM Habiburrahman tidak menyelenggarakan itikaf tahun ini

Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
New normal di tempat ibadah siap disambut MUI Jabar.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG--Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat menyambut dan mengapresiasi rencana pembukaan tempat ibadah secara bertahap yaitu masjid di masa new normal pada saat pandemi corona atau covid-19. Pada pelaksanaannya, protokol kesehatan tetap dilaksanakan dengan ketat.

"Tentu kita sambut new normal dalam bidang ibadah, jadi seharusnya walaupun kembali ke kehidupan normal tapi ini suasana baru. New normal adalah kehidupan normal dengan suasana baru jadi artinya masih ada pembatasan," ujar Sekretaris MUI Jabar, Rafani Achyar, Kamis (28/5).

Ia mengapresiasi langkah Kementerian Agama (Kemenag) yang mulai membuka aktivitas tempat ibadah secara bertahap. Menurutnya, jika pembukaan dilakukan langsung maka dikhawatirkan penyebaran covid-19 bisa melonjak.

Katanya, pelaksanaan ibadah yang dibatasi selama masa new normal tidak bermasalah secara hukum. Bahkan katanya selama pandemi corona kemarin pelaksanaan ibadah salat masjid tidak dilakukan terlebih dahulu.

Terkait pembatasan pada salat Jumat, ia mengungkapkan masyarakat bisa mencari masjid lain untuk mengikuti ibadah tersebut. Menurutnya, pihaknya pun menganjurkan agar masjid-masjid tetap secara ketat melaksanakan protokol kesehatan.

"Protokol medis tetap dianjurkan pertama lantai itu harus dipel dan dibersihkan diberi disinfektan, kemudian kedua karpet. Didepan masjid harus ada pencuci tangan atau hand sanitizer, dianjurkan pada jamaah pakai masker," katanya.

Rafani mengatakan pelaksanaan ibadah salat di masjid di masa new normal merupakan bagian dari pemulihan. Katanya, terkait pengajian jika diperbolehkan selama new normal maka harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA