Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Depok Gelar Rapid Test Drive Thru, 30 Persen Reaktif

Kamis 28 May 2020 04:32 WIB

Rep: Rusdy Nurdiansyah/ Red: Gita Amanda

Petugas medis mengambil sampel darah pengendara saat tes diagnostik cepat drive thru di Jatijajar, Depok, Jawa Barat, Rabu (27/5/2020). Kegiatan tes di luar ruangan itu guna mendeteksi lebih awal penyebaran COVID-19 di Kota Depok

Petugas medis mengambil sampel darah pengendara saat tes diagnostik cepat drive thru di Jatijajar, Depok, Jawa Barat, Rabu (27/5/2020). Kegiatan tes di luar ruangan itu guna mendeteksi lebih awal penyebaran COVID-19 di Kota Depok

Foto: ANTARA/Asprilla Dwi Adha
Total kasus konfirmasi positif sudah mencapai lebih dari 500 orang

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Pemerintah Kota (Pemkot) Depok bekerja sama dengan aplikasi Halodoc dan Rumas Sakit Mitra Keluarga menggelar rapid test drive thru di Terminal Terpadu Jatijajar, Rabu (27/5).

"Kami akan terus melakukan rapid test Covid-19 secara massal di berbagai titik. Hingga saat ini dari total 5.000 orang yang menjadi sasaran, sebanyak 90 persen telah diperiksa dengan metode tersebut," ujar Wali Kota Depok, Mohammad Idris saat meninjau pelaksanaan rapid test drive thru di Terminal Jatijajar, Kota Depok, Rabu (27/5).

Idris menjelaskan, dari jumlah yang diperiksa, 30 persen di antaranya dinyatakan reaktif. Selanjutnya, mereka akan diperiksa dengan metode tes Swab Polymerase Chain Reaction (PCR).

"Dengan penambahan ini, maka total kasus konfirmasi positif sudah mencapai lebih 500 orang. Tapi, Alhamdulillah, diimbangi dengan yang sembuh juga semakin banyak, ada 51 0rang," jelasnya.

Dia mengatakan, rapid test ini sangat membantu dalam mempercepat penyisiran dan pemetaan titik Covid-19. Dengan demikian, dapat memudahkan untuk dilakukan penanganan. "Kami targetkan 13 ribu orang yang akan dilakukan rapid test. Lokasi tesnya tersebar tempat-tempat publik," terang Idris.

Menurut Idris rapid test drive thru yang dilakukan menggunakan Aplikasi Picodep dan KSC. "Berbeda dengan metode selama ini yang menggunakan real time polymerase chain reaction (RT-PCR) yang mengambil usapan lendir dari hidung atau tenggorokan, rapid test akan dilakukan dengan mengambil sampel darah pasien positif Covid-19," ungkapnya.

Lanjut Idris, proses pemeriksaan ini tidak membutuhkan sarana laboratorium pada bio-security level dua. "Artinya, pemeriksaan bisa digunakan di hampir semua laboratorium kesehatan yang ada di semua rumah sakit di seluruh Indonesia," pungkasnya.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA