Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Pasien Positif Covid-19 Sumsel Capai 900 Orang

Rabu 27 May 2020 22:36 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Petugas medis melakukan tes diagnostik Rapid Test (ilustrasi)

Petugas medis melakukan tes diagnostik Rapid Test (ilustrasi)

Foto: ANTARA/Makna Zaezar
Kota Palembang telah melebihi temuan 500 kasus terhitung selama dua bulan.

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Warga Sumatra Selatan positif terinfeksi Covid-19 sudah mencapai 900 orang. Meskipun terdapat perbedaan dengan data di Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat.

"Gugus pusat mengumumkan penambahan di Sumsel ada 53 kasus, tapi kami crossceck lagi ternyata 47 kasus, jadi total hingga saat ini ada 915 kasus di Sumsel," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatra Selatan Yusri di Palembang, Rabu (27/5).

Penambahan jumlah pasien positif berasal dari Kota Palembang (22), Kabupaten Banyuasin (11), Lubuklinggau (11), Kabupaten Ogan Komering Ilir (dua) dan Muara Enim satu. Dari penambahan tersebut Kota Palembang telah melebihi temuan 500 kasus terhitung selama dua bulan. Kasusnya memang terus bertambah karena sampel yang diuji juga meningkat berdasarkan meluasnya pelacakan warga yang kontak erat dengan pasien positif.

Baca Juga

Jika melihat data yang ada, kata Yusri, terdapat 3.000 lebih sampel swab orang selama dua bulan terakhir. Dan yang diperiksa BBLK Palembang maupun laboratorium lain, hasilnya sampel positif Covid-19 tiga kali lebih banyak dibandingkan sampel yang negatif.

Meskipun demikian, ia meminta masyarakat tidak perlu khawatir jika kasus konfirmasi positif terus bertambah. Selagi masyarakat disiplin menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan memperkuat imunitas tubuh maka Covid-19 dapat dicegah dan dilawan meski sudah masuk ke dalam tubuh.

Terutama penggunaan masker di luar rumah, meski sejauh ini belum ditemukan klaster area publik, namun masyarakat tidak boleh lengah menjaga area-area masuknya Covid-19 saat beraktivitas. Area yang dimaksud adalah hidung, mata dan mulut.

"Ajaklah keluarga berdisiplin menerapkan jaga jarak dan pakai masker agar semuanya terlindungi. Untuk orang tua jangan membawa anak-anak ke tempat ramai atau kerumunan karena itu sangat berisiko," kata Yusri menambahan.

Sementara total 915 kasus itu menyebar di Kota Palembang (zona merah) dengan 520 pasien, disusul Kota Lubuklinggau (zona merah) 72 pasien, Kabupaten Ogan Komering Ilir (zona kuning) 61 pasien, Kabupaten Ogan Ilir (zona kuning) 47 pasien, Kabupaten OKU (zona merah) 33 pasien, Kabupaten Banyuasin (zona merah) 66 pasien, dan Kota Prabumulih (zona merah) 30 pasien.

Kasus lainnya tersebar di 10 wilayah zona kuning. Zona kuning itu yaki Kabupaten Musi Rawas Utara (19), Musi Rawas (15), Muara Enim (15), Lahat (delapan), Musi Banyuasin (delapan), OKU Timur (delapan), serta OKU Selatan, Pagaralam, PALI dan Empat Lawang (satu), khusus dari luar Sumsel, namun dirawat di Sumsel sebanyak sembilan kasus.

Selain itu kasus sembuh tidak bertambah atau tetap 117 orang. Kasus meninggal yang terlaporkan juga tidak bertambah, yakni tetap 28 orang.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA