Rabu 27 May 2020 20:28 WIB

Ke Luar Rumah, Perlu Pakai Face Shield Nggak?

Face shield marak dipakai masyarakat untuk mencegah tertular Covid-19.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Reiny Dwinanda
Face shield kini marak digunakan masyarakat sebagai bagian dari pencegahan penularan Covid-19.
Foto: dok. Humas Unissula
Face shield kini marak digunakan masyarakat sebagai bagian dari pencegahan penularan Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pelindung wajah atau face shield kini marak digunakan masyarakat saat keluar rumah demi mencegah penularan Covid-19. Bahkan, di India, penumpang pesawat diwajibkan mengenakan masker dan face shield.

Bayi di sejumlah rumah sakit di Indonesia juga dipasangi face shield kala dibawa ke rumah sakit. Toko daring pun banyak yang menawarkannya. Namun, apakah itu efektif mencegah penularan?

Baca Juga

Mantan Ketua Umum PB IDI dr Zaenal Abidin mengatakan, face shield bisa membantu mencegah penularan setidaknya untuk menahan droplet agar tidak sampai ke wajah dan mata. Namun, menurut dia, penggunaan face shield akan percuma jika orang tersebut tidak menerapkan protokol kesehatan, seperti menjaga jarak.

photo
Petugas kasir salah satu pusat perbelanjaan memakai pelindung wajah (face shield) dan masker saat melayani konsumen di Banda Aceh, Aceh, Selasa (19/5). - (Antara/Irwansyah Putra)

“Harus tahu diri dan urus diri sendiri. Pastikan tetap menerapkan protokol kesehatan agar tidak menulari dan tidak tertular,” kata Zaenal saat dihubungi Republika.co.id beberapa waktu lalu.

Zaenal juga menyarankan agar setiap orang yang bepergian selalu menerapkan kewaspadaan yang tinggi, meskipun sebelum berangkat ia dinyatakan negatif. Zaenal juga mengimbau agar sesampainya di kota tujuan kembali memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan yang tersedia.

“Sebab negatif saat ini belum tentu besok atau lusa tetap negatif, sekalipun doa dan harapan agar tetap negatif. Warpada lebih baik dibanding lalai atau ceroboh,” tegas dia.

Zaenal juga meminta agar pengguna face shield terus memakainya hingga tujuan dan berhati-hati dalam menaruh atau membuang bekasnya. Seperti halnya masker, dikhawatirkan face shield tersebut membawa virus.

"Kalau dia tidak memakainya terus, itu bisa menjadi masalah besar. Berpotensi menulari dan ditulari. Apalagi, sekarang sudah terjadi pemerataan penyebaran virus corona,” kata Zaenal.

Namun demikian, menurut Zaenal, selama warga menerapkan protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, rajin mencuci tangan, dan memakai masker, face shield tidak perlu dikenakan.

“Sebetulnya bagus (face shield) bisa mencegah penularan setidaknya menahan droplet agar tidak sampai ke wajah. Tapi menurut saya tidak semua warga perlu menggunakan, selama bisa jaga jarak,” kata dia.

Dokter spesialis penyakit dalam sekaligus Dekan FKUI Prof Ari Fahrial Syam juga mengatakan bahwa face shield bisa menjadi perlindungan dan pencegahan dobel. Ia mengungkapkan, face shield bisa membantu mengindari percikan (droplet).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement