Wednesday, 22 Zulhijjah 1441 / 12 August 2020

Wednesday, 22 Zulhijjah 1441 / 12 August 2020

Keunikan Puasa Syawal

Rabu 27 May 2020 13:41 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Ani Nursalikah

Keunikan Puasa Syawal. Ilustrasi

Keunikan Puasa Syawal. Ilustrasi

Foto: Republika/ Wihdan
Puasa syawal memiliki pahala berpuasa seperti setahun penuh.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri mengungkapkan keunikan puasa di bulan syawal pada kajian 'Hukum dan Hikmah Puasa Enam Hari di Bulan Syawwal' dalam akun Youtube resmi miliknya, Rabu (27/5).

Baca Juga

"Ada fakta menarik dari buku-buku fikih para ulama khususnya para ulama Safiiyah dan Hanabilah. Hadirin yang Allah muliakan, mereka mengatakan keunikan puasa enam hari di bulan syawal, adalah hukumnya puasa sunah atau hukumnya sunnah, namun pahalanya, pahala wajib," kata Dai lulusan Universitas Islam Madinah, Arab Saudi ini.

Dalam hadist riwayat Muslim disebutkan, "Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh."

Ustadz Nuzul mengungkapkan, ada yang menyatakan, mendapat puasa seperti satu tahun biasa saja, itu bisa didapatkan dalam puasa ayyamul bidh atau puasa tiga dalam satu bulan. Namun pada puasa enam hari di bulan syawal, maka akan mendapatkan pahala wajib.

Pahala puasa wajib ini digabungkan dengan puasa di bulan Ramadhan. Seperti diketahui, pahala puasa wajib lebih tinggi daripada puasa sunnah.

Allah SWT berfirman dalam hadits Qudsi: "Tidak seorang pun hamba mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang paling aku cintai, melainkan dengan amalan yang telah aku wajibkan kepadanya".

"Itu sudah pahala yang paling tinggi, semua sepakat pahala sholat subuh lebih tinggi dari qobliyah subuh. Jadi, hadirin yang Allah muliakan, enam hari saja, tapi kita mendapatkan pahala satu tahun penuh berpuasa wajib yang dikerjakan bersama dengan puasa di bulan Ramadhan. Itu sangat amat menarik," ucapnya.

Ia mengungkapkan, hal ini dapat dicek dalam Al-Mausuah al-Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah secara referensi awal. Kemudian dapat ditelusuri dalam kitab I'anatuth thalibin, Tuhfatul-Habib, Tuhfatul Muhtaj, Fathul Wahab, Mughnil Muhtaj, al Insof, dan kitab-kitab para ulama lainnya.

"Jadi tunggu apa lagi, kita nggak mau ada orang yang nggak puasa, cuma gara-gara nggak ngerti, nggak tau ilmunya. Enam hari ditambah puasa Ramadhan, melahirkan pahala satu tahun berpuasa wajib, hukumnya sunnah. Sangat menarik, rugi, sangat rugi besar. Enam hari doang, dapat pahala satu tahun, Allahu Akbar," kata dia.

Selain itu, hikmah lainnya, disebutkan Al Imam Ibnu Rajab al hanbal rahimahullah, bahwa puasa syawal enam hari dan syaban, sebelum Ramadhan, Nabi memperbanyak puasa di sana. Itu disebutkan para ulama seperti sholat rawatib yang mengiringi sholat wajib. Untuk itu, syaban seperti sholat qobliyah, dan enam hari syawal seperti sholat badliyah.

Dalam surah Al-Insyirah ayat ketujuh Allah berfirman, "Maka apabila kamu telah selesai dari suatu urusan, kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain".

Ustadz Nuzul menjelaskan, umat Muslim setelah berpuasa di bulan Ramadhan, maka bersegeralah berpuasa di bulan syawal. Ini juga disebutkan dalam hadist nabi yang terus populer dari tahun ke tahun, orang yang melanjutkan berpuasa enam hari di bulan syawal, maka akan mendapatkan pahala seperti satu tahun penuh.

Ia mengungkapkan, ada banyak orang yang sudah mengetahui terkait dengan hadist tersebut, namun masih menganggapnya biasa saja. Mereka menyebut puasa syawal hanya sunnah.

"Sebagian orang pertama dikasih tahu, 'Pak Ustadz ini kan sunnah', dengarnya saja udah nggak enak, udah ancang-ancang nggak ngerjain dengan dalih sunnah. Memang betul ini puasa sunnah, tapi yang membedakan dengan puasa sunnah amalan lain jika digabungkan dengan puasa Ramadhan akan melahirkan puasa satu tahun penuh. Luar biasa bukan," kata Ustadz.

Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi SAW bersabda, "Siapa yang berpuasa sehari di jalan Allah, maka Allah akan menjauhkan wajahnya dari neraka sejauh perjalanan 70 tahun."

Baca juga: Puasa Syawal, Kapan Waktu Mulai dan Bagaimana Niatnya?

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA