Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Ini Sikap Tegas Presiden Erdogan Atas Tanah Palestina

Selasa 26 May 2020 00:56 WIB

Rep: Anadolu/ Red: Elba Damhuri

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bersama ulama terkemuka Ali Erbas.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bersama ulama terkemuka Ali Erbas.

Foto: ahvalnews.com (AP)
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan tanah Palestina milik Palestina.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam pesan Idul Fitri pada Ahad (25 Mei), Presiden Turki menegaskan kembali dukungan Turki untuk Palestina ketika dunia Muslim merayakan Idul Fitri, hari raya yang menandai akhir bulan suci Ramadan.

"Kami tidak akan membiarkan tanah Palestina ditawarkan kepada siapa pun," kata Recep Tayyip Erdogan dalam pesan video di Twitter yang ditujukan kepada Muslim AS.

"Saya ingin menegaskan kembali bahwa al-Quds Al-Sharif, situs suci tiga agama dan kiblat pertama kami, adalah garis merah untuk semua Muslim di seluruh dunia," kata Erdogan, merujuk pada Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, yang juga dikenal oleh orang Yahudi sebagai Temple Mount, dan rumah bagi Gereja Kristen Makam Suci.

"Jelas bahwa tatanan global telah lama gagal menghasilkan keadilan, perdamaian, ketenangan, dan ketertiban," katanya.

"Minggu lalu kami menyaksikan bahwa proyek pendudukan dan aneksasi baru, yang mengabaikan kedaulatan Palestina dan hukum internasional, diberlakukan oleh Israel," tambahnya.

Israel mengatakan akan mencaplok bagian-bagian Tepi Barat pada 1 Juli, sebagaimana disepakati antara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Benny Gantz, kepala partai Biru dan Putih.

Rencana tersebut telah menarik kemarahan di seluruh dunia, dan terutama kecaman tajam di Turki.

Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dipandang sebagai wilayah pendudukan di bawah hukum internasional, sehingga membuat semua pemukiman Yahudi di sana - serta aneksasi yang direncanakan - ilegal.

 

Link: https://www.aa.com.tr/id/dunia/erdogan-tidak-ada-yang-bisa-merebut-tanah-palestina/1852785

sumber : Anadolu Agency
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA