Senin 25 May 2020 09:06 WIB

Wagub Sumbar: Manfaatkan Teknologi untuk Jaga Silaturrahmi

Dipuji, sikap sebagian besar para perantau Sumbar yang tidak pulang kampung

Rep: Febrian Fachri/ Red: Hiru Muhammad
Aplikasi video confrence Zoom dapat digunakan sebagai sarana komunikasi jarak jauh. Ilustrasi
Foto: The Star Online
Aplikasi video confrence Zoom dapat digunakan sebagai sarana komunikasi jarak jauh. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG--Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menilai menjaga tali silaturrahim saat lebaran dengan keluarga besar dapat dilakukan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Seperti menggunakan aplikasi video call atau teleconference."Tanpa kita sadari kemajuan teknologi telah memberi arti dalam kondisi saat ini,"katanya.  

Nasrul menyarankan agar masyarakat bisa menggunakan media sosial dan video conference untuk bersilahturahim bersama keluarga tercinta. Masyarakat Sumbar yang hendak melakukan silaturrahim dengan sesama keluarga agar tetap menerapkan protokol kesehatan Covid 19. Menggunakan masker, menjaga jarak dan pola hidup bersih cuci tangan pakai sabun setiap beraktifitas.

Menurut Nasrul masyarakat harus bijak menyikapi kondisi saat ini dalam menerapkan aturan PSBB dengan protokol kesehatan guna memutus penyebaran wabah covid 19. Bekas Bupati Pesisir Selatan tersebut berharap masyarakat tidak  lalai dan lengah menjaga diri.

Nasrul sendiri Ahad (24/5) melaksanakan sholat id di kediamannya di Rumah Dinas Gubernur Sumbar di Jalan Raden Saleh Kota Padang. Sama dengan Gubernur Sumbar Irwan prayitno, Nasrul Abit juga tidak menggelar open house untuk mencegah adanya keramaian. Nasrul Abit hanya melaksanakan sholat id di kediamannya hanya bersama keluarga inti. 

Nasrul mengajak masyarakat bersikap bijak menyikapi kondisi saat ini dalam menerapkan aturan PSBB dengan protokol kesehatan guna memutus penyebaran wabah covid 19. Mantan Bupati Pesisir Selatan tersebut berharap masyarakat tidak  lalai dan lengah menjaga diri.

Nasrul memuji sikap jiwa besar sebagian besar para perantau Sumbar yang menahan diri tidak pulang kampung. Nasrul menilai keputusan sebagian besar perantau sangat tepat karena bila perantau berbondong-bondong pulang kampung akan membuat situasi virus corona di Sumbar akan semakin parah.

"Saya merasa terharu banyaknya masyarakat tidak bisa pulang ke kampung halaman dikarenakan situasi penangan covid-19 yang memisahkan mereka untuk bersilaturrahmi dengan keluarga secara langsung," ucap Nasrul Abit.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement