Senin 25 May 2020 06:18 WIB

Atasi Covid, Haedar: Kita Jangan Lengah Atas Nama Berdamai

Ketum Muhammadiyah Sapa Tenaga Medis Covid-19 saat momen Idul Fitri.

Rep: Muhyiddin/Umar Mukhtar/ Red: Teguh Firmansyah
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir.
Foto: Dokumen.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir memanfaatkan momentum Idul Fitri 1441 H dengan menyapa para tenaga medis rumah sakit Muhammadiyah yang saat ini merawat pasien Covid-19. Selain itu, Haedar juga menyapa pasien Covid-19 yang sudah sembuh, keluarga pasien Covid-19 dan warga Muhammadiyah di luar negeri yang tidak bisa pulang ke tanah air karena pandemi.

Program “Haedar Menyapa” ini ditayangkan langsung melalui televisi dan jaringan media sosial Muhammadiyah. Melalui aplikasi telekonferens, Haedar menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para tenaga medis Muhammadiyah karena telah berjuang merawat para pasien Covid-19.

Baca Juga

“Saya selalu menyebut dengan penuh pertaruhan jiwa sehingga PP Muhammadiyah selain mengapresiasi, bahkan selalu menggunakan kata ini sebagai jihad fi sabilillah,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Ahad (24.5).

Para tenaga kesehatan yang disapa berasal dari RSI Jakarta Cempaka Putih, RS Muhammadiyah Siti Khotijah Sidoarjo, RS Muhammadiyah Palangkaraya, dan Direktur RS Muhammadiyah Palembang. Dokter Dimas dari RSI Jakarta Cempaka Putih menyampaikan bahwa tidak bisa dipungkiri awalnya mempunyai rasa khawatir bahkan takut ketika harus menangani pasien Covid-19.

“Ada rasa kekhawatiran dan kecemasan bagi tenaga medis, tapi alhamdulillah rumah sakit memfasilitasi dengan APD yang memadai dan ruang perawatan isolasi yang standar,” katanya.

Saat ditanya duka dalam menangani pasien Covid-19, para nakes menyampaikan perihal penolakan dari pasien dan keluarga terhadap kondisi yang dialami. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh dokter Sri Widianingsih dari RS Siti Khotijah Sidoarjo.

“Ada pasien-pasienyang menolak dan bahkan melarikan diri sehingga membutuhkan upaya ekstra untukmengedukasi bahwa mereka adalah Pasien Dalam Pengawasan (PDP),” ujar dokter Sri.

Terkait kebutuhan Alat Perlindungan Diri (APD) saat ini, dokter Widodo Pangestu, direktur RS Muhammadiyah Palembang menjelaskan, saat ini APD sudah terpenuhi bahkan mempunyai cadangan untuk beberapa bulan ke depan.

“Kita disini APD cukup untuk dua bulan ke depan karenadibantu hampir semua pihak di Palembang baik persyarikatan maupun lainnya,” ungkapnya.

Haedar kemudian menyapa tiga orang pasien yang sudah sembuh dari Covid-19 yaitu Suyono dan istrinya yang pernah dirawat di RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kediri, serta Savina yang pernah dirawat di RS PKU Muhammadiyah Wonosobo. Ketiganya mengungkapkan bahwa pelayanan di RS Muhammadiyah tempat mereka dirawat sangat baik.

“Alhamdulillah tim medis dengan pasien bisa bekerja sama, berjuang bersama-sama dengan bagus sekali. Tim medis sabarbanget memberi motivasi,” ungkap Istri Suyono.

Dalam program ini, Haedar juga menyapa Yuniar Wardani, seorang warga Muhammadiyah yang berada di Taiwan. Kepada Haedar Nashir, Yuniar Wardani mengucapkan terima kasih khususnya kepada MDMC yang sudah menyalurkan ribuan masker kepada WNI di Taiwan saat awal wabah Covid-19 melanda negara tersebut, sedangkan Indonesia belum terkena.

“Kami saat itu mendapatkan stok masker yang banyak dan sangat membantu karena kami di Taiwan kesulitan mendapatkannya,” katanya.

Menyinggung tentang penanganan Covid-19, Haedar dalam pernyataan penutupnya mengatakan bahwa seluruh pihak yang tetap waspada terhadap virus mematikan tersebut. “Poinnya adalah semua harus menangani secara sungguh-sungguh dan tidak boleh lengah atas nama berdamai dan tidak boleh kita mengabaikan sesuatu atas nama berdamai atau kita membiarkan sesuatu yang nanti justru bermasalah atas nama berdamai,” ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement