Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

DMI Jakarta: Takbiran di Masjid tak Boleh Lebih dari 5 Orang

Jumat 22 May 2020 20:13 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Takbiran/ilustrasi

Takbiran/ilustrasi

Foto: Republika/Yasin Habibi
Syiar di masjid dengan takbiran tetap berjalan dengan menjalankan protokol Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) wilayah DKI Jakarta KH Ma'mun Al Ayyubi mengatakan pelaksanaan takbiran di masjid untuk menyambut Idul Fitri 1441 H tetap diperbolehkan. Namun ada pengecualian yakni tidak lebih dari lima orang sesuai dengan prosedur tetap (protap) penanganan Covid-19.

"Tetap menjaga protokol Covid-19, tidak lebih dari lima orang secara bergantian. Maka syiar di masjid itu tetap berjalan," ujar Ma'mun dalam siaran langsung melalui Facebook Provinsi DKI Jakarta di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (22/5).

Baca Juga

Ma'mun mengatakan dengan mengikuti protap Covid-19, maka takbir pun tetap dapat berkumandang meski di tengah pandemi Covid-19. Lebih lanjut Ma'mun juga berpesan bagi masyarakat umum agar dapat melaksanakan takbir di rumah masing-masing agar tetap merayakan kemenangan usai 30 hari berpuasa menahan nafsu.

"Sebagai tanda syukur bahwa telah dapat menyelesaikan ibadah Ramadhan kita selama satu bulan," kata Ma'mun.

Selain perayaan takbir, Shalat Idul Fitri juga diharapkan dapat dilakukan dari rumah untuk mencegah penyebaran Covid-19. Hal itu disampaikan oleh Ketua MUI DKI Jakarta KH Munahar Muchtar.

"Mari tetap stay di rumah kita masing-masing. Warga Jakarta mari tetap di Jakarta melaksanakan ibadah di rumah masing-masing. Insya Allah itu tidak akan mengurangi nilai pahala kepada Allah," kata Ketua MUI Provinsi DKI Jakarta KH Munahar Muchtar.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan mudik lokal agar tidak menyebarkan Covid-19 lewat mobilisasi di kawasan Jabodetabek. "Kita berharap kepada semua untuk melindungi saudara-saudara kita di kampung melindungi masyarakat kita. Juga bila terjadi arus mudik lalu arus balik, potensi terjadi gelombang kedua sangat besar. Karena itu pesan kita jangan mengambil sikap yang tidak mementingkan kepentingan orang banyak, lindungi diri anda, lindungi orang lain, melindungi keluarga. Banyak di antara kita yang sudah terpapar Covid-19 tapi tidak memiliki gejala inilah yang sangat berbahaya," kata Anies.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA