Jumat 22 May 2020 20:11 WIB

Tak Ada Penambahan Kasus Covid-19 di Padang

Pasien yang telah dinyatakan sembuh telah melalui dua kali tes swab.

Pemkot Padang semprot Pasar Raya Padang dengan disinfektan karena menjadi sumber penularan terbanyak virus corona di Kota Padang.
Foto: Republika/Febrian Fachri
Pemkot Padang semprot Pasar Raya Padang dengan disinfektan karena menjadi sumber penularan terbanyak virus corona di Kota Padang.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG - Dinas Kesehatan Kota Padang, Sumatra Barat mencatat tidak ada penambahan kasus baru warga terinfeksi Corona Virus Disease (COVID-19). Kemudian, diketahui pula terdapat 13 penambahan pasien yang dinyatakan sembuh hingga Jumat (22/5).

"Alhamdulillah hari ini nol kasus baru dan terdapat 13 pasien yang telah sembuh sehingga total pasien yang sudah sehat mencapai 87 orang ," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Ferimulyani Hamid di Padang, Jumat (22/5).

Ia menyampaikan pasien yang telah sembuh berdomisili di Kecamatan Koto Tangah satu kasus, Lubuk Begalung empat kasus, Padang Barat satu kasus dan Kuranji tujuh kasus.

Pasien yang dinyatakan sembuh telah melalui dua kali tes swab untuk memastikan tidak ada lagi virus di tubuhnya, ujarnya.

Ia menjelaskan minimal butuh waktu 14 hari untuk seseorang dapat dinyatakan sembuh sejak pertama kali terinfeksi. "Ini juga tergantung daya tahan tubuh yang membentuk antibodi untuk melawan virus tersebut," kata dia.

Ia mengatakan kesembuhan pasien tersebut juga berkat kemauan untuk sembuh serta tekad kuat agar terbebas dari virus corona.

Selain itu, pasien yang berhasil sembuh juga mampu meningkatkan daya tubuh, mengonsumsi makanan yang bergizi , serta minum obat yang disarankan.

Sementara hingga 22 Mei 2020 terdapat 1.690 pelaku perjalanan dari daerah terjangkit, 36 orang tanpa gejala, 771 orang dalam pemantauan, 232 pasien dalam pengawasan, 279 positif, 17 meninggal, dan 119 negatif.

Dari 279 pasien positif 101 dirawat, 36 isolasi mandiri dan 51 karantina. Sebelumnya Pemerintah Kota Padang menargetkan pada 29 Mei 2020 COVID-19 bisa berakhir dan tak ada lagi satu pun warga Padang yang positif.

"Insya Allah maka itu pada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap kedua ini, kita pemerintah kota bersama semua elemen dan warga masyarakat Kota Padang harus sama-sama berupaya mewujudkannya melalui rencana aksi yang telah disusun," kata Wali Kota Padang Mahyeldi.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement