Saturday, 5 Ramadhan 1442 / 17 April 2021

Saturday, 5 Ramadhan 1442 / 17 April 2021

Astronom: Hilal tidak Tampak Sore Ini

Jumat 22 May 2020 18:25 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Muhammad Akbar

Petugas observatorium Tgk Chiek Kuta Karang Kementerian Agama Aceh memantau posisi hilal dari pesisir pantai Lhoknga di Aceh Besar, Aceh, Kamis (23/4/2020). Kementerian Agama melakukan pamantauan di 82 titik yang tersebar di 34 provinsi untuk pengamatan bulan baru (hilal) guna menetapkan awal bulan Ramadhan 1441 Hijriah

Petugas observatorium Tgk Chiek Kuta Karang Kementerian Agama Aceh memantau posisi hilal dari pesisir pantai Lhoknga di Aceh Besar, Aceh, Kamis (23/4/2020). Kementerian Agama melakukan pamantauan di 82 titik yang tersebar di 34 provinsi untuk pengamatan bulan baru (hilal) guna menetapkan awal bulan Ramadhan 1441 Hijriah

Foto: IRWANSYAH PUTRA/ANTARA
Saat matahari terbenam hari ini, Jumat (22/5) di wilayah Indonesia belum ijtimak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Puasa Ramadhan diprediksi akan genap tiga puluh hari, berdasarkan pengamatan astronom pada posisi hilal. Sidang itsbat diadakan oleh Kementerian Agama petang ini.

Astronom ITB Moedji Raharto menjelaskan, berdasarkan pengamatannya, saat matahari terbenam hari ini, Jumat (22/5) di wilayah Indonesia belum ijtimak.

"Hilal belum terbentuk konjungsi baru akan berlangsung lewat tengah malam, 23 Mei 2020 sekitar pukul 00:40 WIB. Jadi sore ini tidak ada hilal," ujar Moedji Raharto kepada Republika.co.id, Jumat (22/5).

Menurut Moedji, apabila dari salah satu pengamat ada yang lapor melihat hilal, objeknya pasti bukan hilal. Hilal awal Syawal 1441 H baru bisa dilihat besok sore, Sabtu 23 Mei 2020.

"Insya allah Lebaran pada  Ahad, 24 Mei 2020," kata Moedji.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA