Yogyakarta Pantau Hilal di Pantai Parangtritis

Red: Ani Nursalikah

 Jumat 22 May 2020 17:04 WIB

Yogyakarta Pantau Hilal di Pantai Parangtritis. Suasana sepi pengunjung di Pantai Parangtritis, Bantul, Yogyakarta. Foto: Wihdan Hidayat/ Republika Yogyakarta Pantau Hilal di Pantai Parangtritis. Suasana sepi pengunjung di Pantai Parangtritis, Bantul, Yogyakarta.

Pemantauan hilal di Parangtritis menerapkan protokol Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta (Kemenag DIY) menggelar pemantauan hilal untuk menentukan 1 Syawal, Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah, di Menara BNPB Pantai Parangtritis, Bantul, Jumat sore (22/5).

"Hari ini sudah tanggal 29 Ramadhan. Maka hari ini kegiatan rukyat hilal untuk menentukan apakah puasa Ramadhan tahun ini 29 hari atau istikmal (disempurnakan) 30 hari," kata Kepala Seksi Kemasjidan, Hisab Rukyat, dan Pembinaan Syariah Bidang Urusan Agama Islam Kantor Wilayah Kemenag DIY Yosep Muniri saat dihubungi dari Yogyakarta, Jumat.

Menurut Yosep, berdasarkan kajian sementara Badan Hisab Rukyat DIY, konjungsi atau ijtimak terjadi pada Sabtu, 23 Mei 2020 pukul 00.40 WIB. Sedangkanposisi hilal pada saat matahari terbenam pada Jumat sore berada pada ketinggian -03° 28 derajat sehingga belum memenuhi imkanurukyat untuk menetapkan 1 Syawal.

Baca Juga

"Yang jelas data astronomis sore ini hilal masih negatif 3 derajat lebih," kata dia.

Ia mengatakan kegiatan rukyatul hilal 1 Syawal 1441 Hijriyah hanya diikuti oleh 10 orang dari Kemenag, Majelis Ulama Indonesia, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Pengadilan Agama, Badan Hisab dan Rukyat, serta Lembaga Kajian Astronomis Yogyakarta.

"Karena pelaksanaan rukyat ini di masa wabah Covid-19, maka sesuai petunjuk dari Kemenag pusat dibatasi maksimal 10 orang dan menerapkan protokol kesehatan," kata dia.

Dia menambahkan, pemantauan hilal atau bulan sabit penanda datangnya bulan baru dilakukan menggunakan dua teropong bintang milik Badan Hisab Rukyat serta Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Yogyakarta.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Play Podcast X