Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

IDI: Kerumunan Jelang Lebaran Bisa Tingkatkan Penularan

Jumat 22 May 2020 16:44 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Pedagang kaki lima (PKL) dan pengunjung kembali berjualan meski ada pembatasan terkait Covid-19. Ilustrasi

Pedagang kaki lima (PKL) dan pengunjung kembali berjualan meski ada pembatasan terkait Covid-19. Ilustrasi

Foto: Republika/Edi Yusuf
IDI khawatir saat pasien Covid-19 melonjak, kapasitas rumah sakit tidak memadai.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDARLAMPUNG -- Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bandarlampung menyatakan khawatir jika kerumunan yang terjadi jelang Lebaran dapat menimbulkan peningkatan pasien Covid-19 di Lampung. Bila itu terjadi, belum tentu rumah sakit sanggup menampung lonjakan tersebut.

"Yang kami takutkan ke depan akan banyak masyarakat yang tertular tapi kapasitas rumah sakit kita tidak memadai," kata dr Ketua IDI Bandarlampung Aditiya M Biomed, di Bandarlampung, Jumat (22/5).

Maka, lanjut dia, untuk meminimalkan hal tersebut pemerintah harus tegas dalam mengambil kebijakan. Di dalamnya tidak ada aturan yang memancing orang untuk ke luar, dengan begitu masyarakat sudah pasti mengikutinya.

Ia pun mengatakan, jangan semata karena alasan ekonomi pemerintah tidak memikirkan dampak ke depannya. Sebab, tidak menutup kemungkinan keramaian ini malah  berpotensi memicu cepatnya penyebaran virus Covid-19.

"Jadi apakah ini tidak menambah berbahaya ekonomi kita bila sudah banyak yang terjangkit. Kami juga paling takut ada sinyalemen herd imunity, kita diadu mana yang kuat bertahan dan lemah tersingkir, tapi semoga ini tidak terjadi, karena tidak manusiawi," kata dia.

Ketua IDI Cabang Bandarlampung tersebut mengharapkan agar semuanya saling membantu mengatasi situasi wabah. "Kami medis sedih dan takut jadi mari kita secara bersama-sama saling tolong-menolong dalam menghadapi situasi ini," ujarnya.

Menurut dia jika kondisi seperti tetap terjadi dan virus ini tidak dapat diminimalkan maka pihak dokter dengan otomatis dipaksa untuk siaga. Pihaknya pun berharap masyarakat dapat memahami akan bahayanya Covid-19.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA