Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Dapur Sikh Ini Beri Makan Puluhan Ribu Orang

Jumat 22 May 2020 16:29 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Yeyen Rostiyani

Sukarelawan Sikh membuat chapati di New Delhi, India.

Sukarelawan Sikh membuat chapati di New Delhi, India.

Foto: Manish Swarup/AP
Dapur Sikh jadi bagian strategis untuk memberi makan warga papa selama pandemi.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Awalnya dapur kuil Bangla Sahib hanya memasak 40 ribu porsi per hari. Mereka ingin memberi makan pada mereka yang tinggal di jalan atau yang kehilangan mata pencaharian karena pembatasan sosial selama pandemi virus corona.

Tapi permintaan jauh lebih besar. Jadi para pekerja kuil Sikh di pusat Kota New Delhi itu akhirnya memasak 80 ribu porsi per hari. Lalu menjadi 100 ribu porsi per hari. Mereka berharap dapat membuat 300 ribu porsi per hari untuk masyarakat yang kurang beruntung.

Kuil Bangla Sahib tetap buka saat perang dan wabah melanda. Dengan bantuan sekitar 40 laki-laki yang tidur di ruang tamu, dapur kuil tetap dibuka. 

Demi menghemat waktu sampai ke kuil dan agar orang-orang terkasih tidak terinfeksi virus korona, mereka tidur di kuil. Mereka tidak bertemu keluarga sejak karantina nasional diberlakukan pada 25 Maret lalu.

Para laki-laki itu bekerja sambil mengenakan turban. Kini, mereka juga memakai bandana berwarna cerah yang menutup di sekitar mulut dan hidung mereka. Para pekerja bekerja di dapur industri selama 18 jam sehari.

Kepala juru masak Balbir Singh mengaduk-aduk panci raksasa berisi kentang dan kedelai yang direbus dengan ghee dan ketumbar. Sebelum matahari terbit, setiap jam mesin di dapur itu membuat 5.000 roti tipis yang disebut chapati.  

Singh menyalakan api pada pukul 03.00 pagi waktu setempat. Sehingga pada pukul 09.00 mereka sudah mengeluarkan 35 ribu porsi makanan.

"Jika kami melayani pada masa ini, Tuhan akan memberikan lebih banyak pada kami, ini adalah sistem memberi dan menerima," kata Singh, Jumat (22/5).

Bangla Sahib adalah kuil Sikh atau gurdwara terbesar dari 10  gurdwara di New Delhi. Dapurnya bagian penting strategi kota untuk memberi makan mereka yang miskin selama pandemi virus corona.

Presiden Delhi Sikh Gurdwara Management Committee Manjinder Singh Sirsa mengatakan ketika India memberlakukan karantina nasional pada akhir Maret lalu, Pemerintah Kota New Delhi segera mendekati komitenya. Singh Sirsa mengatakan biasanya dengan donasi bahan baku, Bangla Sahib menyiapkan setengah juta porsi makanan setiap pekan. Kini jumlah porsi makanan yang disediakan dapur kuil itu naik enam kali lipat.

Namun, Singh Sirsa mengaku kesulitan untuk melindungi para pegawai dan mengumpulkan donasi agar usaha ini terus berjalan. "Ini tantangan tersulit dalam hidup saya," katanya.

Namun, ia mengatakan baru-baru ini ada orang di Montreal berjanji memberikan 10 ribu dolar AS. Selain itu ada orang di London yang menawarkan 100 ribu dolar AS.

Ruang makan kuil dipenuhi berkarung-karung beras, tepung, kacang-kacangan dan kaleng-kaleng minyak. Salah satu karyawan kuil, Jagpreet Singh mengatakan mereka memiliki persediaan untuk enam bulan.  

"Kami percaya pada Tuhan, Ia memberi kami kekuatan ini, jadi kami sediakan," katanya. 

sumber : AP
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA