Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

BI Imbau Warga Gunakan Nontunai di Tengah Pandemi Covid-19

Jumat 22 May 2020 14:46 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

BI dorong penggunaan transaksi nontunai selama pandemi Covid-19.

BI dorong penggunaan transaksi nontunai selama pandemi Covid-19.

Foto: BI
Tahun BI Sulut tak membuka penukaran uang karena Pandemi Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, MANADO -- Bank Indonesia (BI) mengimbau masyarakat agar menggunakan nontunai di tengah pandemi Virus Corona baru atau COVID-19, terutama dalam menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah.

"Kami mengimbau masyarakat gunakan nontunai dalam melakukan transaksi keuangan selama pandemi COVID-19," kata Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah (SP PUR) BI Sulawesi Utara, Haratua Panggabean di Manado, Jumat (22/5). Dia mengatakan dengan memanfaatkan nontunai dalam bertransaksi keuangan, masyarakat tidak perlu ke bank atau Anjungan Tunai Mandiri (ATM) untuk melakukan pembayaran atau pembelian sesuatu.

Saat ini, katanya, banyak bank yang telah mengeluarkan produk digitalnya seperti mobile banking yang bisa melakukan transaksi keuangan apapun juga. Selain perbankan, katanya, ada juga penyedia jasa keuangan lainnya yang bisa melakukan transaksi hanya dari telepon genggam saja.

"Sehingga, walaupun menghadapi Lebaran dengan transaksi keuangan yang meningkat akan meminimalisir kita bertemu dengan banyak orang," jelasnya. Dia menambahkan BI menyiapkan dana tunai sebesar Rp 2,6 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam menghadapi Lebaran tahun ini.

Tahun ini, sedikitnya ada 74 titik lokasi penukaran uang yang dilayani perbankan di Sulut. "Penukaran sudah berlangsung sejak 11 Mei lalu hingga saat ini," katanya. Tahun ini, BI Sulut tak menggelar penukaran uang receh seperti sebelum-sebelumnya mengingat masih dalam kondisi darurat pandemi COVID-19.

Terkait hal itu, ia memastikan uang tunai yang disiapkan BI telah melalui protokol kesehatan dalam rangka pencegahan COVID-19."Sebelum diedarkan atau dijemput bank (uang) telah dikarantina 14 hari, melalui proses disinfeksi dan petugas yang menanganinya juga ikut protokol kesehatan," ungkap Haratua.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA