Jumat 22 May 2020 10:21 WIB

Volkswagen Minta Maaf Pasang Iklan Rasis

Iklan VW memperlihatkan tangan wanita berkulit putih mendorong pria berkulit hitam.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Nidia Zuraya
Logo Volkswagen.
Foto: EPA
Logo Volkswagen.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON – Volkswagen akhirnya meminta maaf karena memasang video iklan rasis untuk mempromosikan New Golf 8 pada akun Instagram resminya. Video yang sebelumnya sempat diunggah dalam Instagram story Volkswagen tersebut memperlihatkan tangan raksasa wanita berkulit putih mendorong pria berkulit hitam saat mendekati VW Golf yang bewarna kuning cerah.

Lelaki berkulit hitam tersebut didorong ke sebuah cafe bernama Petit Colon yang dapat dikatakan sebagai pemukiman kecil.

Baca Juga

Kepala Penjualan dan Pemasaran VW Jurgen Stackmann mengakui sudah mengunggah iklan berbau rasis di saluran Instagram Volkswagen. Stackmann dan Ketua Kelompok Keanekaragaman Elke Heitmuller meminta maaf atas vido yang diunggah tersebut.

“Atas nama Volkswagen AG, kami meminta maaf kepada masyarakat luas untuk film ini. Dan kami meminta maaf secara khusus kepada mereka yang merasa secara pribadi terluka oleh konten rasis karena sejarah mereka sendiri,” kata Stackmann dikutip dari CNN, Jumat (22/5).

Produsen mobil terbesar di dunia itu juga meminta maaf dalam sebuah pernyataan terpisah. Volswagen memastikan tidak akan mentolerir segala bentuk rasisme, xenophobia, dan diskriminasi.

Stackmann dan Heitmuller menggambarkan video itu sebagai penghinaan bagi setiap orang. “Kami malu dan tidak bisa menjelaskan bagaimana hal itu terjadi. Semakin banyak alasan bagi kami untuk memastikan kami menyelesaikan ini. Dan kami akan membuat hasil dan konsekuensi dari penyelidikan publik,” jelas keduanya.

Poada 2017 juga muncul iklan yang menyamakan wanita dengan mobil bekas. Hal tersebut menimbulkan kemarah konsumen di Cina. Iklan yang hanya ditayangkan di Cina itu ternyata diproduksi oleh divisi mobil bekas perusahaan patungan Volkswagen di Cina dan pada akhirnya ditarik kembali.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement