Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

Fisikawan Pecahkan Rekor Bit Kuantum Terbaik di Dunia

Senin 25 May 2020 12:45 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Dwi Murdaningsih

Terowongan kuantum. Ilustrasi

Terowongan kuantum. Ilustrasi

Foto: Sciencealert
Bit kuantum yang dihasilkan menghasilkan komputer dengan error paling minim.

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES-- Sebuah tim peneliti di University of California, Los Angeles (UCLA) telah menetapkan rekor baru untuk mempersiapkan dan mengukur bit kuantum atau qubit di dalam komputer kuantum tanpa error. Teknik yang mereka kembangkan membuatnya lebih mudah membangun komputer kuantum.

Komputer kuantum mengungguli komputer klasik untuk tugas-tugas penting, termasuk desain bahan baru dan obat-obatan. Seperti yang dilansir dari Phys, beberapa waktu lalu, penelitian ini diterbitkan dalam jurnal peer-reviewed, akses terbuka daring, npj Quantum Information dan dimuat oleh Nature. Riset ini termasuk penelitian luar biasa pada informasi kuantum juga komputasi kuantum.

Saat ini, komputer kuantum yang paling kuat adalah perangkat quantum skala menengah (NISQ) dan sangat sensitif terhadap kesalahan. Kesalahan dalam persiapan dan pengukuran qubit sangat sulit.

Untuk 100 qubit, kesalahan pengukuran satu persen berarti perangkat NISQ akan menghasilkan jawaban yang salah sekitar 63 persen dari waktu. Hal ini diungkapkan kata penulis senior Eric Hudson, seorang profesor fisika dan astronomi UCLA.

Untuk mengatasi tantangan besar ini, Hudson dan rekan-rekan UCLA baru-baru ini mengembangkan qubit baru yang dihosting dalam ion barium radioaktif yang didinginkan dengan laser. Goldilocks ion ini memiliki sifat yang hampir ideal untuk mewujudkan pernagkat kuantum tingkat kesalahan sangat rendah.

“Goldilocks ion memungkinkan kelompok UCLA untukk mencapai tingkat kesalahan persiapan dan pengukuran sekitar 0,03 persen lebih rendah dari teknologi kuantum lainnya hingga saat ini,” kata rekan penulis senior Wesley Campbell yang juga seorang profesor fisika dan astronomi UCLA.

Hudson mengatakan pengembangan qubit baru yang menarik di UCLA ini akan berdampak pada hampir setiap bidang ilmu informasi kuantum. Ion radioaktif ini telah diidentifikasi sebagai sistem yang menjanjikan dalam jaringan kuantum, penginderaan, waktu, simulasi dan perhitungan, serta makalah para peneliti membuka jalan bagi perangkat NISQ skala besar.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA