Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Layar Terkembang, Nakhoda Yudo Rintangi Gelombang

Kamis 21 May 2020 16:48 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Laksamana TNI Yudo Margono bersiap dilantik menjadi Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (20/5/2020). Presiden Joko Widodo secara resmi melantik Laksamana TNI Yudo Margono sebagai KSAL dan Marsekal TNI Fadjar Prasetyo sebagai KSAU.

Foto:
Laksamana Yudo lahir di tengah sejarah bangsa, dilantik saat Harkitnas.

KSAL Laksamana Yudo Margono, menyampaikan sembilan program prioritas dalam pembangunan kekuatan dan pembinaan kemampuan TNI Angkatan Laut.  Hal itu dikemukakannya  saat ‘entry briefing’ kepada 39 satuan kerja TNI AL. Terdiri dari komando utama (kotama) TNI AL, badan pelaksana pusat (balakpus), pangkalan utama Angkatan Laut (lantamal) di seluruh Indonesia.

Yudo menyampaikan hal itu melalui konferensi video di auditorium Denma Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (20/5/2020). Kesembilan program prioritas tersebut meliputi, pembangunan SDM TNI AL; modernisasi KRI, pesawat udara dan material tempur; pembangunan dan peningkatan sarana dan prasarana TNI AL; pembangunan sistem pembinaan kekuatan dan kesiapan operasional; penyelarasan doktrin, operasi, latihan dan sistem pendidikan.

Selain itu; peningkatan kemampuan komando, kendali, komunikasi, komputer, intelijen, pengamatan, dan pengintaian (K4IPP) serta siber TNI AL. Kemudian; peningkatan program dan anggaran berbasis kinerja dan berorientasi hasil; perbaikan sistem dukungan logistik serta peningkatan kemampuan TNI AL dalam menghadapi ancaman bersifat non-konvensional.

Kegiatan entry briefing merupakan petunjuk awal dari pimpinan baru serta merupakan pedoman bagi seluruh prajurit TNI AL untuk melanjutkan jalannya roda organisasi TNI AL ke depan. Yudo berkomitmen meneruskan kebijakan para pemimpin TNI AL terdahulu. Diselaraskan dengan petunjuk strategis dan arah kebijakan Presiden RI dan pimpinan TNI. Khususnya terkait pelaksanaan tugas sebagai KSAL dalam pembinaan kekuatan dan kesiapan operasional.

Mengawali tugasnya, Laksamana Yudo menyampaikan visi TNI Angkatan Laut lima tahun ke depan. Yakni; “Terwujudnya TNI Angkatan Laut yang Profesional, Modern dan Tangguh untuk mewujudkan Indonesia Maju Yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berdasarkan Gotong Royong”.

Hadir pada kegiatan tersebut Wakil KSAL Laksamana Madya  Mintoro Yulianto, para pejabat utama Mabesal, para pemimpin kotama TNI AL wilayah Jakarta dan para kepala dinas di Mabesal. Berkaitan situasi dan kondisi saat ini, ia menekankan agar TNI Angkatan Laut, baik sebagai organisasi maupun sebagai pribadi personel, harus tampil memberikan contoh dan teladan dalam upaya percepatan penanganan Covid-19.

Ia berpesan prajurit TNI terus mewaspadai covid-19. Protokol kesehatan diminta tak diabaikan. "Saya kira umum, mungkin dalam perjalanannya, karena sekarang musim pandemi.  Kita tetap menjaga diri dengan physical distancing kemudian tetap menggunakan masker," kata Yudo di Istana Negara.
 
Yudo mengatakan operasi TNI harus tetap berjalan demi menjaga Indonesia di tengah pandemi covid-19. Para prajurit diminta untuk membiasakan diri menggunakan protokol kesehatan dalam setiap operasinya saat ini.

"Tentunya untuk operasional kita supaya tidak terpapar korona. Kita menjaga unsur-unsur operasional kita tetap melaksanakan operasi atau patroli kedaulatan hukum di sana," ujar Yudo.
 
Dia tak ingin protokol kesehatan diabaikan jajarannya. Jangan sampai masalah keamanan negara terancam karena prajurit TNI tumbang karena virus corona.
 
"Harapan kita unsur-unsur kita tidak terkena korona sehingga kita mengantisipasi dari sekarang sehingga kelangsungan operasional unsur-unsur kita dapat terus terjaga," ucap Yudo.
 
Yudo memang kerap memberikan informasi soal corona. Dari mulai karantina WNI di Pulau Natuna, kesiapan Rumah Sakit Darurat Covid-19 di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau dan Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta. Sebagai Pengkogabwilhan, ia membawahi tiga matra untuk wilayah Sumatra, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat hinga Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Yudo menyampaikan informasi jumlah pasien per hari, perkembangan fasilitas, hingga dipercaya Panglima TNI Hadi Tjahyanto mengakomodasi pasukan dari satuannya.

Ia pun memimpin operasi evakuasi WNI ABK Grand Princess ke Pulau Natuna dan operasi evakuasi WNI ABK Diamond Princess ke Pulau Sebaru. Pria kelahiran Madiun 26 November 1965 itu pun pernah memimpin pengendalian operasi siaga tempur. Hal ini terkait pelanggaran batas wilayah di laut Natuna Utara pada Januari 2020. Operasi itu dilakukan selang beberapa bulan setelah Yudo dilantik sebagai Pangkogabwilhan I.

Laksamana Yudo lahir di tengah sejarah bangsa. Dilantik di saat Hari Kebangkitan Nasional. Tentu harus ada yang berbeda untuk kemajuan bangsa. Kemudi kapal sudah di tangan. Kita nantikan nakhoda Yudo melalui rintangan ombak mengawal keadulatan di lautan. Selamat bekerja, Laksamana.

Jabatan Karier:
Asisten Perwira Divisi (Aspadiv) Senjata Artileri Rudal di KRI YNS 332 (1988)
Kadep Ops KRI Ki Hajar Dewantara 364
Palaksa KRI Fatahillah 361
Komandan KRI Pandrong 801
Komandan KRI Sutanto 877
Komandan KRI Ahmad Yani 351
Komandan Lanal Tual (2004—2008)
Komandan Lanal Sorong (2008—2010)
Komandan Satkat Koarmatim (2010—2011)
Komandan Satkor Koarmatim (2011—2012)
Komandan Kolat Armabar (2012—2014)
Paban II Opslat Sops Mabesal (2014—2015)
Komandan Lantamal I Belawan (2015—2016)
Kepala Staf Koarmabar (2016—2017)
Pangkolinlamil[1][2][3] (2017—2018)
Pangarmabar (2018)
Pangarmada I (2018—2019)
Pangkogabwilhan I (2019—2020)
KSAL  (2020—)

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA