Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Robot Chang’e-4 China Sudah Bertahan 500 Hari di Bulan

Senin 25 May 2020 08:20 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Dwi Murdaningsih

Pesawat Chang

Pesawat Chang

Foto: CNSA via ESA
Robot Chang’e-4 China melakukan eksplorasi ilmiah di wilayah yang belum terjamah.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING-- Pendarat robot dan rover Chang’e-4 milik China telah bertahan 500 hari (hitungan hari di Bumi) di sisi jauh Bulan. Robot itu melakukan eksplorasi ilmiah di wilayah yang belum terjamah. Chang’e-4 telah melanjutkan pekerjaan untuk hari lunar ke-18 di Bulan setelah tidak beroperasi pada malam yang sangat dingin.

Pendarat robot menyala pada Ahad (17/5) waktu Beijing dan rover menyala pada pukul 11.53, Sabtu (16/5). Menurut Pusat Program Eksplorasi dan Antariksa Lunar dari Administrasi Antariksa Nasional Cina (CNSA).

Seperti yang dilansir dari Xinhua Net, beberapa waktu lalu, Chang’e-4 diluncurkan pada 8 Desember 2018 dan melakukan pendaratan halus pertama di Kawah Von Karman di Cekungan Kutub-Aitken Selatan di sisi jauh Bulan pada 3 Januari 2019.

Hari lunar sama dengan 14 hari di Bumi dan malam lunar sama panjangnya. Chang’e-4 beralih ke mode tidak aktif selama malam lunar karena kurangnya tenaga surya.

Rover Yutu-2 atau Jade Rabbit-2 telah melaju 447,68 meter dan sekarang berjarak 292 meter dari pendarat. Rover tersebut telah melakukan deteksi ilmiah pada batu bulan, tanah bulan di jalurnya dan beberapa kawah terdampak.

Para ilmuwan menggunakan Lunar Penetrating Radar pada Yutu-2 untuk mempelajari struktur geologis dengan kedalaman 40 meter. Mereka mengungkap rahasia yang terkubur di bawah permukaan sisi jauh bulan.

Ini memperkaya pemahaman manusia tentang sejaah tabrakan langit dan aktivitas vulkanik, serta memberi cahaya baru pada evolusi geologis di Bulan. Para ilmuwan juga menganalisis data spektrometer pencitraan inframerah pada Yutu-2 dan mengungkapkan komposisi material di sisi jauh Bulan. Ini memverifikasi mantel Bulan kaya akan olivin.

China berencana meluncurkan misi eksplorasi Mars pertamanya Tianwen 1 pada Juli. Karena modifikasi fasilitas komunikasi darat, rover dan pendarat akan melakukan deteksi in-situ selama hari lunar ke-18.

Tugas ilmiah misi Chang’e -4 meliputi melakukan pengamatan astronomi radio frekuensi rendah, mensurvei medan dan bentang alam, mendeteksi komposisi mineral dan struktur permukaan Bulan yang dangkal dan mengukur radisi neutron, serta atom netral.

Misi Chang’e-4 mewujudkan harapan China untuk menggabungkan kebijaksanaan dalam eksplorasi ruang angkasa dengan empat muatan yang dikembangkan oleh Belanda, Jerman, Swedia dan Arab Saudi.
 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA