Sunday, 21 Syawwal 1443 / 22 May 2022

50 Ribu Ton Gula Impor Segera Banjiri Pasar

Rabu 20 May 2020 16:11 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Ahmad Fikri Noor

Seorang pedagang menunjukkan gula pasir yang dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), beberapa waktu lalu. Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) segera merealisasikan impor 50 ribu ton gula untuk stabilisasi harga.

Seorang pedagang menunjukkan gula pasir yang dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), beberapa waktu lalu. Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) segera merealisasikan impor 50 ribu ton gula untuk stabilisasi harga.

Foto: Antara/Aji Styawan
Sebanyak 50 ribu ton gula impor akan masuk secara bertahap.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) atau PPI Fasika Khaerul Zaman mengatakan, sebanyak 50 ribu ton gula kristal putih milik PPI secara bertahap akan memasuki Indonesia. Importasi gula tersebut akan masuk dimulai dari Pelabuhan Belawan (Medan), Tanjung Perak (Surabaya), Bitung (Sulawesi Utara), Tanjung Priok (Jakarta), Soekarno Hatta (Makassar), dan Tanjung Emas (Semarang) secara berangsur-angsur hingga pekan keempat Juni.

"Masing-masing pelabuhan memiliki jumlah kuota gula yang berbeda berdasarkan kebutuhan," ujar Fasika dalam siaran pers yang diterima Republika pada Rabu (20/5).

Fasika menyampaikan gula tersebut akan didistribusikan untuk memenuhi pasokan gula menjelang lebaran hingga pascalebaran untuk stabilisasi harga dan antisipasi terjadinya kekurangan stok gula.

Fasika mengatakan, pada pekan ini, PPI akan melakukan operasi pasar di Medan untuk menekan harga gula agar bisa sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) pada angka Rp 12.500 per kg. Seperti diketahui saat ini harga gula di pasar Medan berkisar Rp 19 ribu per kg.

Fasika menyebut gula sudah masuk Pelabuhan Belawan dan akan masuk juga ke pelabuhan-pelabuhan yang sudah ditentukan. 

"Pekan ini secara bertahap kami akan melakukan operasi pasar di Medan untuk menjaga ketersediaan dan juga menstabilkan harga gula sesuai dengan HET pemerintah. Kami juga akan terus memantau pendistribusiannya ke setiap daerah selanjutnya," ucap Fasika.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA