Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Mengintip Kehidupan di Porto, Portugal Setelah Lockdown

Rabu 20 May 2020 15:18 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Christiyaningsih

Banyak bisnis, termasuk kafe dan restoran dibuka kembali pada Senin (18/5). Walau lockdown dilonggarkan Porto masih sepi wisatawan.

Banyak bisnis, termasuk kafe dan restoran dibuka kembali pada Senin (18/5). Walau lockdown dilonggarkan Porto masih sepi wisatawan.

Foto: Jose Coelho/EPA
Walau lockdown dilonggarkan Porto masih sepi wisatawan

REPUBLIKA.CO.ID, PORTO - Sonia, seorang pegawai di salah satu kafe bernama Cafe Porta do Olival di Porto, Portugal terlihat menyambut pelanggan yang datang. Dengan ramah, ia menawarkan sajian kopi khas dari tempatnya bekerja.

Semangat yang baru terlihat dari Sonia setelah Cafe Porta do Olival dibuka kembali. Portugal telah memutuskan untuk semakin melonggarkan aturan lockdown selama pandemi Covid-19. Banyak bisnis, termasuk kafe dan restoran dibuka kembali.

Meski pembukaan bisnis-bisnis seluruhnya tetap dengan menerapkan aturan untuk mencegah penularan Covid-19, kegembiraan dapat terlihat di wajah Sonia yang mengenakan masker, sesuai ketentuan.

Belum banyak warga beraktivitas seperti biasa. Tapi itu bukan berarti mengurangi antusiasme orang-orang untuk menyambut kehidupan normal yang baru saat ini.

Sonia adalah satu dari banyak orang yang nampak bergembira karena kini aturan untuk tetap berada di rumah masing-masing dicabut. Hal yang lebih penting lainnya, mereka kini dapat kembali bekerja, bersemangat untuk memiliki pendapatan lagi.

Bagi banyak orang seperti Sonia, lockdown yang ditetapkan Pemerintah Portugal terasa sangat berat. Terlebih di Porto, kota yang sangat bergantung pada pariwisata, dampak Covid-19 terasa begitu berat. Apa yang mereka harapkan adalah kehidupan dapat berjalan normal kembali.

Namun, ada kenyataan yang terasa tidak menyenangkan meski pelonggaran aturan lockdown dilakukan. Selama pandemi Covid-19 masih berlangsung, maka sejumlah pembatasan harus tetap diterapkan seperti pedoman dalam jarak sosial.

Dilansir The Guardian, seorang warga Porto bernama Oliver Balch membagikan cerita bagaimana pembukaan kembali bisnis-bisnis di kota itu tidak seperti yang dibayangkannya. Sejak Maret harus berada di rumah, kebosanan yang amat sangat terasa. Meski tidak suka kebisingan, namun kini hal itu menjadi apa yang diharapkannya.

Menurut Balch, meski kafe telah dibuka, aturan jarak sosial membuat tidak diperbolehkannya pengunjung dalam jumlah banyak. Jalan-jalan di Porto terlihat masih sangat sepi karena nampaknya orang-orang memilih untuk membatasi pergi keluar rumah. Mereka tetap khawatir dengan potensi penyebaran virus corona lebih lanjut.

Selain itu, Balch mengaku terkejut dengan emosi yang muncul karena saat ini tidak terlihat turis di Porto. Ia mengatakan pada awalnya berpikir ketidakhadiran mereka akan membuat kota terasa sedikit nyaman. Karena itu berarti tak perlu ada bahasa Inggris yang harus siap diucapkan olehnya. Tapi, ternyata tidak seperti itu.

Wisatawan yang datang ke Porto menurut Balch adalah bagian intrinsik kota. Ia mengakui biasanya sempat merasa bosan dengan orang asing yang bertanya kepadanya tentang petunjuk arah. Tetapi kini itu salah satu hal yang ditunggunya.

Penduduk setempat suka mengeluh tentang masuknya wisatawan yang membuat harga sewa tempat tinggal tinggi, kebisingan konstan, dan kenaikan harga lainnya. Tetapi, seperti yang Balch Akui, Porto ini lebih hidup dengan kondisi itu. Kondisi seperti ini juga membuat warga merasa kota lebih nyaman untuk ditinggali daripada sebelumnya.

Pembukaan kembali kafe, restoran, dan museum di Portugal adalah langkah pertama untuk melihat vitalitas itu kembali. Untuk saat ini di Porto, dengan tidak adanya turis asing, banyak pengusaha merombak bisnis mereka untuk menarik penduduk lokal.

Pedro, yang berprofesi sebagai koki misalnya, menjadi salah satu orang yang meluncurkan kembali restoran dan populer dengan konsep baru. Juan, pengusaha yang memiliki sebuah hotel di Porto juga berharap dapat memikat para orang tua yang lelah untuk beristirahat di sana.

Pengusaha yang lebih bergantung pada pengunjung luar negeri, seperti Sergio di Porto Running Tours atau André di Taste Porto, sibuk mempersiapkan bisnis saat perbatasan dibuka dan pesawat mengudara lagi. Tentunya diharapkan pemulihan di Portugal dapat terjadi secepatnya dan semua orang bisa menjalani kehidupan dengan lebih baik.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA