Tuesday, 1 Ramadhan 1442 / 13 April 2021

Tuesday, 1 Ramadhan 1442 / 13 April 2021

Pengamat Militer Apresiasi Terpilihnya KSAL dan KSAU Baru

Rabu 20 May 2020 15:08 WIB

Red: Erik Purnama Putra

Presiden Joko Widodo memberikan ucapan selamat kepada KSAL Laksamana Yudo Margono dan KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo di Istana Kepresidenan, Rabu (20/5).

Presiden Joko Widodo memberikan ucapan selamat kepada KSAL Laksamana Yudo Margono dan KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo di Istana Kepresidenan, Rabu (20/5).

Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak A/
Menurut Nuning, Yudo Margono pernah menjadi komandan KRI tujuh kali.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertapati mengapresiasi dua pelantikan kepala staf (kastaf) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (20/5). Jokowi melantik Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono menggantikan Laksamana Siwi Sukma Adji dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Fadjar Prasetyo menggantikan Marsekal Yuyu Sutisna.

Menurut Nuning, panggilan akrabnya, Laksamana Yudo adalah alumni Akademi Angkatan Laut (AAL) 1988 dengan pengalaman operasional yang lengkap. Dia mengatakan, tidak banyak perwira tinggi (pati) TNI AL yang pernah menjadi komandan kapal perang RI (KRI) sebanyak tujuh kali, mulai kapal patroli, hingga kelas frigate. "Menjadi panglima sebanyak tiga kali, yakni panglima Kolinlamil, panglima Komando Armada Barat (Armada I), dan panglima Kogabwilhan I. Sungguh prestasi jenjang jabatan yang mendekati sempurna," ucap Nuning saat dihubungi Republika, Rabu.

Menurut dia, pendidikan yang ditempuh Yudo juga cukup lengkap, mulai pendidikan lanjutan perwira (Diklapa), Sekolah Staf dan Komando AL (Seskoal), Sesko TNI, dan Lemhannas RI. Laksamana Yudo, kata Nuning, juga memiliki pengalaman mengikuti berbagai latihan gabungan di dalam negeri dan latihan bersama di luar negeri. "Secara pribadi, beliau juga dikenal dekat dengan bawahan dan prajurit di bawah komandonya. Perhatian beliau ke bawah bahkan menjangkau keluarga para prajurit," ujar Nuning.

Terkait sosok Marsekal Fadjar, Nuning juga mengapresiasi abituren Akademi Angkatan Udara (AAU) 1988 B. Fadjar merupakan seorang penerbang angkut yang mengawali karier sebagai penerbang A-4 Skyhawk di Skuadron 11 Lanud Sultan Hasanuddin pada 1990 hingga 1995, serta kariernya mulus hingga meraih pangkat bintang empat. "Marsekal Fajar memiliki pengalaman penugasan dalam dan luar negeri," kata Nuning.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA