Rabu 20 May 2020 12:55 WIB

Prudential Syariah Catat Pendapatan Bruto Rp 3,7 Triliun

Aset Prudential Syariah stabil sebesar Rp 9,1 triliun.

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Nidia Zuraya
Petugas melayani nasabah di kantor layanan Asuransi Prudential Syariah, ilustrasi.
Foto: Republika/ Wihdan
Petugas melayani nasabah di kantor layanan Asuransi Prudential Syariah, ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) laporkan kinerja unit syariah sepanjang 2019 yang mencatat pendapatan kontribusi bruto sebesar Rp 3,7 triliun. Ini membuat Prudential memimpin dalam industri asuransi jiwa syariah Indonesia.

Unit syariah Prudential Indonesia mempertahankan total aset yang stabil sebesar Rp 9,1 triliun. Selain itu, Dana Tabarru tercatat meningkat sebesar 15 persen dari Rp 770 miliar di 2018 menjadi Rp 887 miliar pada 2019.

Baca Juga

Perusahaan mencatat tingkat solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC) yang kuat. Tingkat solvabilitas dari Dana Tabarru sebesar 2.581 persen atau 20 kali lipat dari batas minimum yang ditetapkan regulator Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sementara tingkat solvabilitas dari Dana Perusahaan sebesar 7.300 persen atau lebih dari 60 kali lipat dari batas minimum yang ditetapkan regulator.

President Director Prudential Indonesia, Jens Reisch menyampaikan hasil positif ini berhasil dicapai berkat kepercayaan nasabah yang terus meningkat dalam 13 tahun terakhir. Selain itu juga berkat kerja keras para tenaga pemasar berlisensi syariah Prudential Indonesia yang berjumlah lebih dari 114 ribu orang, terbesar di industri.

"Untuk membantu mewujudkan potensi Indonesia, sejak 13 tahun lalu kami mendirikan unit syariah dan terus berupaya menjadi kontributor terkemuka yang turut mendorong pertumbuhan ekonomi syariah Indonesia," katanya, dalam bincang virtual dengan media beberapa waktu lalu.

Prudential Syariah menghadirkan produk asuransi jiwa syariah yang dapat diterima oleh lebih banyak lapisan masyarakat Indonesia, senantiasa melakukan inovasi produk dan saluran pemasaran, edukasi ke publik yang lebih luas melalui kemitraan dengan lebih banyak pihak, serta meningkatkan profesionalisme dan kapabilitas tenaga pemasar.

Sharia, Government Relations and Community Investment Director Prudential Indonesia, Nini Sumohandoyo menambahkan, prinsip-prinsip asuransi syariah yakni tolong menolong dan saling berderma untuk saling berbagi dan menanggung risiko sebagai antisipasi bila terjadi musibah. Ini senantiasa relevan dengan ciri gotong royong khas masyarakat Indonesia.

"Dan kami berharap, prinsip-prinsip tersebut dapat diterapkan untuk membantu mereka yang terdampak oleh pandemi Covid-19," katanya.

Di Prudential sendiri, kontribusi untuk membantu masyarakat berfokus pada tiga aspek, yaitu kesehatan, ekonomi, dan sosial. Untuk aspek kesehatan, Prudential tetap memberikan perlindungan meskipun Covid-19 telah berstatus pandemi global dan bencana nasional.

Selain itu, 95 persen karyawan juga bekerja dari rumah sambil mempertahankan kualitas layanan kepada peserta. Untuk aspek ekonomi, Prudential tetap membuka proses perekrutan tenaga pemasar secara digital yang diikuti ribuan orang.

Untuk aspek sosial, Prudential difasilitasi oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk memberikan perlindungan asuransi jiwa bagi lebih dari 500 tenaga relawan dan medis yang berada di garis depan membantu penanganan pandemi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement