Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Pendaftar Relawan Covid-19 Lebih dari 30 Ribu

Rabu 20 May 2020 12:53 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Yudha Manggala P Putra

Relawan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menata paket bantuan di Gor Senen, Jakarta, Senin (18/5).

Relawan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menata paket bantuan di Gor Senen, Jakarta, Senin (18/5).

Foto: Republika/Thoudy Badai
Para relawan terbagi menjadi medis dan non-medis telah tersebar di 25 provinsi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lebih dari 30 ribu orang telah mendaftarkan dirinya menjadi relawan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Mereka terbagi menjadi relawan medis dan non-medis yang telah tersebar di 25 provinsi.

"Saat ini sudah ada 30.098 orang mendaftar menjadi relawan yaitu 22.983 relawan non-medis dan 7.115 orang menjadi relawan medis serta tenaga kesehatan lainnya," ujar Ketua Koordinator Relawan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Andre Rahadian saat konferensi pers virtual di akun Youtube Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rabu (20/5).

Ia menambahkan, bidang kerja relawan dibagi menjadi dua yaitu relawan medis seperti dokter, bidan, hingga perawat. Sementara itu relawan non-medis yang bertugas di bidang logistik dan administrasi umum.

Ia menambahkan, relawan medis yang ingin terdaftar harus menunjukkan surat tanda registrasi atau surat tanda perawat, lulus tes kesehatan, hingga izin keluarga. Sementara relawan non-medis akan ditanya background pendidikan, kompetensi, hingga bidang kerja yang ingin dilakukan.

Hingga saat ini, pihaknya mencatat hampir 80 persen relawan berumur di bawah 40 tahun sehingga bisa bekerja maksimal dalam melakukan tindakan kemanusiaan itu. Ia menyebutkan, para relawan ini sudah tersebar di 25 provinsi. Sekitar 70 persen diantaranya menyebar di Jawa karena wilayah ini menjadi episetrum penyebaran Covid-19.

"Tetapi target kita adalah semua relawan ada di setiap Rukun Tetangga (RT). Karena pemutusan penyebaran adalah di masyarakat, jadi masyarakat  adalah  garda terdepan dalam memutus penyebaran," ujarnya.

Ia menambahkan, sekitar 2.943 relawan non-medis sudah dilatih sebelum melakukan pekerjaannya mengenai pendidikan mengenai apa itu kerelawanan, apa itu virus corona SARS-CoV2 (Covid-19), bagaimana menangani penyebarannya, dan juga pembaruan data terakhir dari gugus tugas. Sehingga, ia mengklaim semua relawan yang telah dilatih mengetahui perkembangan terakhir dan memiliki persepsi yang sama. 

Ia menambahkan, relawan kini telah memberikan eduksi ke masyarakat, penjual mengenai apa yang harus dilakukan. Apalagi, dia melanjutkan, Indonesia akan menjalani kehidupan dengan konsep new normal yang artinya manusia tidak bisa menghindari virus ini tetapi kembali menjalani rutinitas dengan protokol yang berbeda.

Untuk memaksimalkan upaya tersebut, pihaknya juga menggandeng seluruh elemen masyarakat, baik dari organisasi massa (ormas), organisasi kebencanaan.

Ia menyontohkan sekitar 15 ribu mahasiswa yang telah direkrut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kini sudah terdaftar sebagai relawan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Bahkan, dia melanjutkan, calon relawan tenaga medis juga telah dilatih dan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Jadi meskipun sekarang yang sudah terdaftar sebagai relawan sebanyak 30 ribuan tetapi fakta yang bekerja di lapangan lebih dari 100 ribuan. Kami bekerja bersama dan semangatnya sudah kelihatan, sudah bergerak," ujarnya.

Kendati demikian,  ia menegaskan pendaftaran relawan masih dibuka di website BNPB. Selain itu, pihaknya yang telah bekerja sama bersama ormas dan organisasi kepemudaan maka registrasi menjadi relawan juga bisa dilakukan melalui ormas tersebut. "Karena sudah berbagi program dengan banyak organisasi, maka bisa jadi jalur masuk (menjadi relawan)," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA