Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

Menteri KKP Minta Optimalkan Produksi Budi Daya Laut

Rabu 20 May 2020 12:12 WIB

Red: Citra Listya Rini

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo.

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo.

Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Menteri KKP meyakini industri pangan, terutama ikan tidak akan lesu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  — Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo mengajak berbagai pemangku kepentingan terus mengoptimalkan produksi budi daya laut seperti kakap putih, bawal bintang, dan udang vaname, pada masa pandemi Covid-19 ini.

"Agar potensi budi daya laut atau marikultur betul-betul dapat dimanfaatkan secara optimal," kata Menteri Edhy dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (20/5).

Menurut Edhy, meski dalam suasana pandemi Covid-19, proses produksi tetap harus produktif, yakni dengan menerapkan protokol kesehatan yang baik.

Edhy didampingi antara lain Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto dan Kepala Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Kelautan dan Perikanan (BKIPM) Rina juga telah melakukan kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu, Jakarta, Selasa (19/5).

Kunjungan kerja tersebut untuk memastikan kondisi pengembangan budidaya laut di Kabupaten Kepulauan di Provinsi DKI Jakarta tersebut, sekaligus melakukan panen beberapa komoditas unggulan yakni kakap putih, bawal bintang sirip pendek, dan udang vaname milik perusahaan PT Lucky Samudera, dan juga panen rumput laut milik masyarakat di sekitar Pulau Karya.

Sebagai informasi, kegiatan panen di PT Lucky Samudera tersebut menghasilkan sebanyak 3 ton untuk komoditas bawal bintang, satu ton untuk komoditas kakap putih dan satu ton untuk komoditas udang vaname. Kegiatan panen dilakukan dengan intensitas empat kali dalam satu pekan.

"Saya rasa ini langkah yang menggembirakan bahwa di tengah tempaan wabah Covid-19 aktivitas proses produksi tetap berjalan. Apalagi ini orientasinya ekspor. PT Lucky Samudera ini telah 40 tahun berinvestasi di Indonesia dan bisa bertahan sampai saat ini. Tentu ini luar biasa,” ucap Edhy.

Edhy juga meyakini industri pangan, terutama ikan tidak akan lesu, bahkan FAO menyatakan sektor industri secara keseluruhan memang turun 25 persen, tapi industri makanan justru diprediksi naik 25 persen.

Menurut Edhy, hal ini karena orang lebih suka masak dan sering makan selama menjalankan pole bekerja dari rumah (WFH). 

 

 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA