Rabu 20 May 2020 10:02 WIB

JKN-KIS Jamin Operasi Kepala Sidik yang Berbiaya Besar

Sidik telah mendaftarkan diri sebagai peserta JKN-KIS kelas 1 sejak 2016

Sidik, warga Bandar Lampung pemegang kartu JKN-KIs sejak 2016
Foto: istimewa
Sidik, warga Bandar Lampung pemegang kartu JKN-KIs sejak 2016

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG--Kesehatan adalah hal penting yang harus dijaga setiap orang bahkan menjaga diri sendiri agar tetap sehat hukumnya wajib. Inilah salah satu yang selalu dilakukan olah pria berusia 67 tahun ini yang masih aktif beraktifitas sebagai petani. Sidik yang saat ini tinggal di Kota Bandar Lampung itu selalu disibukkan dengan kesehariannya yang bercocok tanam untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Pentingnya menjaga kesehatan dan mempersiapkan diri jika sakit, Bapak 4 orang anak ini telah mendaftarkan diri sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan BPJS Kesehatan segmen peserta mandiri kelas 1 sejak tahun 2016. Selama menjadi peserta JKN-KIS sampai tahun 2019, Sidik belum pernah menggunakan kartu KIS miliknya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan baik rawat inap maupun rawat jalan, namun pada tahun 2019 ada beberapa keluhan yang dialami Sidik di kepala bagian belakang yang menyebabkan kepala terasa berat dan sakit.

"Di tahun kemarin, saya baru pertama kali merasakan sakit yang harus mendapat tindakan khusus oleh rumah sakit. Awalnya memang saya ragu untuk memeriksanya ke rumah sakit. Namun, karena saya takut kondisi ini semakin parah, akhirnya saya langsung memeriksakan ke Rumah Sakit Urip Sumoharjo," kata Sidik.

Setelah pemeriksaan di Rumah Sakit Urip Sumoharjo Bandar Lampung, hasil rontgen menyatakan ada gumpalan darah beku dibagian kepala dan saran dokter harus dilakukan operasi. Sidik dan keluarganya sempat kaget karena harus operasi kepala, karena kepala adalah bagian tubuh yang sangat vital. Belum lagi memikirkan biayanya yang dirasa sangat mahal.

"Dokter meyakinkan mereka akan bekerja sebaik mungkin dan juga mengabarkan bahwa tindakan operasi ini sepenuhnya dijamin oleh program JKN-KIS, membuat keluarga sedikit lega. Alhamdulillah operasi lancar tidak ada kendala apapun dan semua biaya perawatan, pengobatan dan operasi ditanggung  JKN-KIS. Inilah keuntungan menjadi peserta JKN-KIS saat kita berobat dan membutuhkan biaya yang cukup banyak bisa terbantu dengan program mulia ini," kata Sidik.

Sidik mengapresiasi keberadaan Program JKN-KIS yang digelar oleh pemerintah dan di jalankan oleh BPJS Kesehatan karena dapat membantu masyarakat yang membutuhkan pengobatan. "Walaupun harus membayar iuran, tidak apa-apa. Hitung-hitung kalo tidak terpakai bisa bantu yang lain yang membutuhkan. Semoga program JKN-KIS terus membantu masyarakat yang membutuhkan," kata Sidik.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement