Rabu 20 May 2020 06:47 WIB

BWA Peduli Ustadz dan Ustadzah di Masa Pandemi Covid-19

Ada ustadz yang jadi tukang parkir dan pedagang asongan.

Tim BWA siap mengantarkan paket sembako untuk para guru ngaji di Mauk, Tangerang, Banten.
Foto: Dok BWA
Tim BWA siap mengantarkan paket sembako untuk para guru ngaji di Mauk, Tangerang, Banten.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG – Wabah Covid-19 juga berdampak terhadap para ustadz dan ustadzah.  Dengan berhentinya aktivitas di masjid, otomatis ini menghentikan aktivitas ustadz dan ustadzah sehingga penghasilan mereka pun terhenti. Aktivitas tersebut mulai dari mengajar mengaji Alquran, memberikan tausiah, mengajar di majlis taklim, mengisi khutbah Jumat dan lain-lain.

Untuk meringankan beban ustadz dan ustadzah tersebut,  BWA dengan aktivitas #lawancovid19kuatkanindonesia menyalurkan bantuan sembako untuk ustadz/ustadzah. Paket sembako terdiri dari beras, minyak goreng, sarden dan mie instan.

Untuk tahap I, BWA bekerja sama dengan FUTAR, Forum Ustadz Tangerang Raya, menyediakan 150 paket untuk ustadz di bawah naungan FUTAR. Bantuan tersebut disalurkan di daerah Mauk, Tangerang, Banten, Jumat (15/5).

 

photo
Para guru ngaji di daerah Mauk, Tangerang, menerima bantuan sembako yang disalurkan oleh BWA.  (Foto: Dok BWA)

Ustadz Nurcholis selaku  ketua FUTAR menyatakan rasa terima kasih kepada BWA, wakif dan donatur dalam hal ini PPA (Perusahaan Pengelola Aset)  atas bantuan paket sembako tersebut. Sebab,  banyak ustadz yang terdampak  Covid-19. Ironisnya, untuk sekadar berbuka puasa dan sahur mereka harus meminjam beras ke tetangga mereka.

“Bahkan sebagian dari para ustadz ini ada yang menjadi juru parkir dan pedagang asongan untuk membiayai kehidupan mereka.  Siapa lagi yang harus memikirkan dan membantu mereka kalau bukan kita yang sesama Muslim,”  ujar  Ustadz Nurcholis dalam rilis yang diterima Republika.co.id.

Direktur Program BWA #lawancovid19kuatkanindonesia, Hazairin mengatakan bahwa saat ini sudah waktunya untuk memberikan bantuan paket sembako mengingat wabah ini sudah berlangsung 9-10 minggu, masyarakat sudah kehabisan tabungan, dan tidak ada aktifitas mencari nafkah dikarenakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). “Atas dasar ini BWA mulai mengarahkan aktivitas pada penyediaan bantuan paket sembako.

Selasa (19/5),  BWA  membagikan 120 paket sembako di rumah singgah dekat RSCM dan pemukiman kumuh di Meruya Selatan. Hazairin juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang terlibat dalam aktivitas ini, khususnya PPA.  “Kami mengajak semua umat Islam yang mampu untuk menyisihkan sebagian hartanya dalam memerangi wabah covid19, apalagi saat ini adalah bulan Ramadhan, bulan yang penuh dengan berkah,” kata Hazairin.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement