Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Skenario The New Normal BUMN Tumbuhkan Optimisme Publik

Rabu 20 May 2020 00:50 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Satria K Yudha

Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara

Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara

Foto: Antara
Skenario normal baru BUMN diyakini berdampak positif terhadap perekonomian.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam, mendukung Menteri BUMN Erick Thohir menuntaskan penyiapan skenario the new normal yang dikerangkai dengan gerakan #CovidSafe BUMN. Skenario itu menurutnya telah menumbuhkan optimisme publik di tengah situasi ekonomi yang sulit saat ini.

 

"Kita tidak perlu mendikotomikan penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi. Dua hal itu bukan saling meniadakan, karena protokol kesehatan digunakan untuk menopang produktivitas ekonomi. Kita harus siap masuk new norma, aman dari Covid-19 dan tetap produktif, termasuk di lingkungan BUMN," ujar Mufti di Surabaya, Selasa (19/5).

 

Menurut Mufti, setelah skenario normal baru BUMN muncul, publik bereaksi positif. Terbukti, pasar keuangan menyambut positif, termasuk di pasar surat berharga negara. Arus modal kembali mengalir ke pasar obligasi negara. Skenario new normal BUMN ala Erick Thohir menurutnya menjadi stimulus bagi pelaku ekonomi untuk kembali optimistis.

 

”Optimisme ini penting untuk membangun kesadaran bahwa normal baru akan segera tiba, era ketika kita kembali produktif sekaligus tetap menghindari Covid-19. Tinggal waktunya menunggu komando pemerintah terkait PSBB, terkait kajian epidemiologi di masing-masing daerah tempat BUMN beroperasi,” ujar politikus PDI Perjuangan tersebut.

 

Mufti berpendapat, optimisme adalah sesuatu yang tak ternilai harganya dalam membangun pergerakan ekonomi. Oleh karena itu, Kementerian BUMN menurutnya perlu menuntaskan konsolidasi kesiapan SDM, metode operasional, teknologi produksi, serta pengelolaan hubungan dengan konsumen dan mitra kerja dalam waktu dekat. 

 

”Penuntasan konsolidasi normal baru ini penting agar BUMN sebagai lokomotif ekonomi nasional langsung tancap gas ketika pelonggaran-pelonggaran diputuskan pemerintah,” kata Mufti.

 

Mufti menyinggung pentingnya skenario normal baru BUMN yang berdampak positif pada pengelolaan kesehatan karyawan hingga pergerakan ekonomi masyarakat. Selain jangka pendek terhindar dari Covid-19, secara jangka menengah dan panjang, skenario #CovidSafe BUMN berdampak pada kualitas kesehatan jutaan orang di ekosistem BUMN.

 

Selain itu, akan berdampak positif pada ekonomi rakyat kecil. Ini karena permintaan barang dan jasa pasti ikut terkerek jika skenario normal baru BUMN sudah dijalankan. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA