Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Jelang Lebaran, Harga Daging di Bengkulu Naik

Selasa 19 May 2020 22:10 WIB

Red: Israr Itah

Warga memilih daging sapi (ilustrasi). Harga daging sapi Rp 130 ribu per kilogram di Bengkulu.

Warga memilih daging sapi (ilustrasi). Harga daging sapi Rp 130 ribu per kilogram di Bengkulu.

Foto: ANTARA/reno esnir
Harga daging sapi Rp 130 ribu per kilogram di Bengkulu.

REPUBLIKA.CO.ID, BENGKULU -- Jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah harga daging baik daging sapi dan daging ayam yang dijual di pasar tradisional Kota Bengkulu mengalami kenaikan. Salah satu penjual daging sapi di pasar Panorama, Kota Bengkulu, Riskan (50) menyebut, ia menjual harga daging sapi Rp 130 ribu per kilogram, sebelumnya Rp 120 per kilogram.

"Sejak hari Minggu kemarin sudah Rp 130 ribu per kilo, begitu juga hari ini. Kalau sebelumnya hanya Rp 120 ribu," kata dia, Selasa (19/5).

Selain harga daging sapi, harga tulang sapi pun mengalami kenaikan hingga Rp 100 ribu per kilogram, sebelumnya hanya Rp 80 ribu per kilogram.

Riskan memperkirakan harga jual daging dan tulang sapi ini akan terus mengalami kenaikan hingga H-1 idul fitri. "Kalau dilihat trend nya, mungkin sampai jelang H-1 lebaran nanti bisa saja harga daging naik menjadi Rp 140 sampai Rp 150 ribu per kilo," kata Riskan.

Sementara itu, salah satu penjual ayam potong di pasar Minggu Kota Bengkulu Nur Fatma (36) menyebut, ia menjual daging ayam potong Rp 35 ribu per kilogram. Harga jual ini mengalami kenaikan sebesar Rp 10 ribu dari sebelumnya yakni sekitar Rp 25 ribu per kilogram.

"Kalau awal puasa memang agak merosot harga ayam potong. Tapi sejak dua hari terakhir sudah naik menjadi Rp 35 ribu, bahkan ada yang menjual Rp 36 ribu per kilo," ucapnya.

Sementara itu, salah satu pembeli Luzi (25) mengaku wajar jika harga-harga daging ini mulai mengalami kenaikan, apalagi jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri.

"Ya memang sudah mulai naik dari harga sebelumnya, tapi namanya mau lebaran, mungkin permintaan masyarakat cukup tinggi akan kebutuhan daging dan ayam potong, sehingga barangnya menjadi langka, lalu harganya menjadi naik," paparnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA