Rabu 20 May 2020 03:07 WIB

Polres Ngawi Selidiki Kasus Keracunan Massal

Kasus keracunan massal di Ngawi membuat puluhan orang harus mendapat perawatan medis

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih
 Kasus keracunan massal di Ngawi setelah makan nasi kotak membuat puluhan orang harus mendapat perawatan medis. Ilustrasi.
Foto: Wihdan Hidayat/ Republika
Kasus keracunan massal di Ngawi setelah makan nasi kotak membuat puluhan orang harus mendapat perawatan medis. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, NGAWI - Petugas Polsek Padas Kepolisian Resor (Polres) Ngawi, Jawa Timur melakukan peyelidikan terhadap penyebab keracunan massal. Kasus keracunan massal terjadi di Dusun Belik Watu, Desa Gunungsari, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi hingga membuat puluhan orang harus mendapatkan perawatan medis.

"Kami sudah memintai keterangan dari sejumlah saksi dan korban untuk menyelidiki kasus keracunan massal ini," ujar Kapolsek Padas AKP Juwahir yang membawahi wilayah hukum Kecamatan Padas dan Kasreman kepada wartawan di Ngawi, Selasa.

Baca Juga

Selain memintai keterangan, pihaknya juga telah mengambil sampel makanan dari lokasi tasyakuran yang dibagikan ke warga. Sampel makanan yang diambil di antaranya berupa beberapa potong ayam goreng, tahu, tempe, mi, dan bumbu penyedap.

"Sampel makanan sudah kami ambil untuk diuji laboratorium di Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi," ucap dia.

Pihaknya hingga kini masih menunggu hasil uji laboratorium dari sampel makanan tersebut. Sekitar 80 orang warga Dusun Belik Watu, Desa Gunungsari, Kecamatan Kasreman, Ngawi mengalami keracunan massal setelah menyantap nasi kotak yang dibagikan oleh Kepala Dusun setempat Triyono pada Jumat (15/5) malam.

Warga mengaku mengalami keluhan mual, pusing, muntah, dan diare secara bersamaan setelah makan nasi kotak tersebut. Dari puluhan warga yang keracunan, ada beberapa yang sempat menjalani perawatan di sejumlah puskesmas. Antara lain di Puskesmas Kasreman, Puskesmas Padas, Puskesmas Bringin, Puskesmas Pangkur, dan rumah kasun.

Kini, sebagian besar sudah membaik dan sudah pulang dari puskesmas. Bahkan sebagian besar hanya diminta rawat jalan oleh petugas medis. Polisi masih menyelidiki kasus tersebut sambil menunggu hasil uji laboratorium dari sampel makanan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement