Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Apa yang Dilakukan Otak Ketika Tubuh Tertidur?

Rabu 20 May 2020 02:45 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

Tidur (ilustrasi). Ketika tidur, otak ternyata sibuk memutar ulang memori dari pengalaman-pengalaman yang terjadi saat terjaga.

Tidur (ilustrasi). Ketika tidur, otak ternyata sibuk memutar ulang memori dari pengalaman-pengalaman yang terjadi saat terjaga.

Foto: www.freepik.com
Studi terbaru mengungkap apa yang dilakukan otak ketika tubuh tertidur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Studi terbaru berhasil mengungkapkan apa yang dilakukan otak ketika tubuh sedang dalam kondisi tidur. Saat tubuh tertidur, otak ternyata sibuk memutar ulang memori dari pengalaman-pengalaman yang terjadi saat terjaga.

Hal ini diketahui melalui sebuah proyek penelitian bernama BrainGate. Proyek penelitian ini melakukan pengujian teknologi baru untuk orang-orang yang lumpuh atau kehilangan tungkai mereka.

Dalam sebuah studi, ada dua partisipan yang menerima implan "micro-electrode" pada otak mereka. Kedua partisipan ini mengalami kelumpuhan karena alasan yang berbeda.

Kedua partisipan diminta untuk memainkan sebuah gim sequence-copying yang mirip dengan gim "Simon" pada era 1980-an. Bedanya, gim ini tidak dimaikan denagn tangan tetapi dengan kontrol pikiran dari kedua partisipan.

Setiap sebelum dan sesudah sesi permainan gim, para partisipan mendapatkan waktu istirahat selama 30 menit. Selama waktu istrirahat ini para partisipan diminta untuk tidur singkat. Meski dalam keadaan tidur, ada sel-sel otak yang tampak tetap bergolak aktif seperti ketika para partisipan masih bermain gim. Sel-sel otak terebut tampak sedang memutar ulang pengalaman baru yang terjadi sebelumnya.

Yang lebih menarik, aktivitas memutar ulang pengalaman ini bisa terjadi meski kedua partisipan hanya tertidur sejenak. Aktivitas memutar ulang pengalaman ini tampak semakin kuat ketika kedua partisipan tidur semakin dalam.

"Tidur merupakan hal penting untuk berbagai alasan, termasuk untuk fungsi otak Anda," jelas peneliti dan ilmuwan senior dari NeuroPace Beata Jarosiewicz, seperti dilansir Health 24.

Temuan yang dimuat dalam jurnal Cell Reports ini membuka kemungkinan bahwa istirahat yang singkat sudah bisa memberikan bantuan dalam prsoes pembelajaran otak. Bukan tidak mungkin bila istirahat sejenak dapat membantu seseorang untuk mengingat lebih baik.

"Mungkin bila orang-orang beristirahat sejenak di siang hari, meluangkan sedikit waktu untuk berdiam, mungkin akan membantu konsolidasi memori," tukas Dr Phyllis Zee, peneliti keilmuan tidur yang tidak terlibat dalam penelitian.

Dalam keseharian, Zee juga kerap menyarankan pasiennya untuk meluangkan waktu dan beristirahat. Istirahat sejenak ini dapat membantu menenangkan diri.

"Dan dapat membantu mengatur ulang otak Anda," jawab Zee.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA