Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Industri Otomotif Dinilai Perlu Waktu Lama Kembali Normal

Selasa 19 May 2020 19:42 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Friska Yolandha

Deretan kendaraan di dealer Porsche, Arlington, Virginia, AS, Kamis (7/5). Sejak Maret, industri otomotif khusus kendaraan mobil mengalami penurunan penjualan hampir delapan ratus ribu kendaraan dari target perkiraan awal untuk periode tahun 2020 akibat pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung.

Deretan kendaraan di dealer Porsche, Arlington, Virginia, AS, Kamis (7/5). Sejak Maret, industri otomotif khusus kendaraan mobil mengalami penurunan penjualan hampir delapan ratus ribu kendaraan dari target perkiraan awal untuk periode tahun 2020 akibat pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung.

Foto: EPA-EFE/MICHAEL REYNOLDS
Industri otomotif bangkit lebih lambat karena mobil bukan merupakan kebutuhan pokok.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dampak pandemi Covid-19 terhadap industri otomotif cukup besar. Penjualan mobil pada April 2020 pun menurun drastis. 

Pengamat industri otomotif Bebin Djuana menilai, dampak tersebut tidak bisa dihindari, sebab virus Covid-19 tidak hanya menyebar di Indonesia tapi juga seluruh dunia. "Artinya, kalau dulu pernah terjadi penjualan buruk di dalam negeri, tapi masih bisa ekspor. Kalau sekarang ekspor pun mandek," ujar dia kepada Republika.co.id pada Selasa (19/5).

Baca Juga

Menurutnya saat ini perusahaan harus bisa bertahan di tengah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan yang berusaha dihindari dan stok barang yang menumpuk. Ia menambahkan, menumpuknya stok mobil dan motor di gudang dan di lapangan, merupakan masalah tersendiri. 

"Harus berhati-hati, dalam arti akan menjadi rusak. Kalau dalam kondisi normal (stok barang) sekitar sebulan atau 45 hari. Sekarang stok yang ada bisa sampai enam bulan, syukur-syukur kalau bisa habis akhir tahun, ini problem besar," tuturnya. 

Bebin melanjutkan, meski nantinya pandemi mulai berangsur membaik, industri otomotif tidak bisa langsung kembali hidup. Hal itu karena, mobil bukanlah kebutuhan pokok yang harus didahulukan. 

"Ketika nanti dikatakan ekonomi berangsur pulih, otomotif akan belakangan. Kelihatannya sangat suram dan butuh waktu lama untuk kembali ke kondisi penjualan normal, even Desember mungkin belum bisa dikatakan normal," kata dia. 

Walau begitu, Bebin memperkirakan, industri otomotif akan mulai bergeliat sekitar Agustus mendatang. "Agustus mulai ada tanda pergerakan, terutama dari pengalaman masa lalu, industri otomotif kita punya anomali unik yang bisa memacu penjualan. Kita harapkan ada hal-hal positif yang dapat membantu penjualan," ujarnya. 

Dirinya berharap perekonomian segera bergulir supaya industri otomotif mampu segera bangkit. Hal itu mengingat, stok barang setiap merek mobil dan motor sangat banyak.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA