Jelang Idul Fitri, Warga Diminta Jaga Suasana Sebaik Mungkin

Rep: WIlda Fizriyani/ Red: Muhammad Hafil

 Selasa 19 May 2020 17:06 WIB

Jelang Idul Fitri, Warga Diminta Jaga Suasana Sebaik Mungkin. Foto: Idul Fitri Ilustrasi Foto: Republika/Wihdan Jelang Idul Fitri, Warga Diminta Jaga Suasana Sebaik Mungkin. Foto: Idul Fitri Ilustrasi

Warga diminta jaga suasana sebaik mungkin jelang Idul Fitri.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Kepala Polresta (Kapolresta) Malang Kota (Makota), Kombespol Leonardus Simarmata meminta masyarakat menjaga suasana Idul Fitri sebaik mungkin. Dengan demikian, perayaan hari umat Islam tersebut dapat diselimuti suasana nyaman, aman dan kondusif.

"Kami juga berharap kalau tidak terlalu penting tetap tinggal di rumah. Hanya 14 hari supaya tidak perlu memperpanjang PSBB jilid dua," kata Leonardus kepada wartawan di Mapolresta Malang, Selasa (19/5).

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bersama Kota Batu dan Kabupaten Malang telah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak Ahad (17/5) sampai 30 Mei. Leonardus berharap, tidak ada perpanjangan penerapan PSBB di Malang Raya. Itu artinya jumlah kasus positif Covid-19 di tiga daerah tersebut harus berkurang selama PSBB.

"Kita lihat ketika PSBB diterapkan, efeknya satu Minggu berikutnya. Kalau Minggu ini berarti efek tugas kita di minggu lalu. Efek Minggu depan itu efek tugas kita Minggu ini. Rumusnya gitu," jelasnya.

Pemkot Malang telah mengeluarkan Perwali Nomor 17 Tahun 2020 tentang pedoman PSBB. Aturan tersebut telah menyertai sanksi-sanksi untuk para pelanggar PSBB termasuk pemilik toko. Toko selain menjual bahan pokok dan makanan tidak diperkenankan beroperasi selama PSBB.

Leonardus sempat menerima laporan adanya toko yang beroperasi pada pelaksanaan PSBB. Namun saat ini, dia mengklaim, toko tersebut telah ditutup sementara sejak ditegur oleh Wali Kota Malang, Sutiaji. "Kalau sampai tiga kali (tetap buka), sanksi secara administratif. Kita menyurat ke Pemkot untuk pencabutan perizinannya. Itu lebih berat lagi daripada sekedar menutup saja," ucapnya.

Untuk memperkuat pelaksanaan PSBB, Leonardus menyatakan, aparat telah memiliki kegiatan operasi subuh. Kegiatan ini bertujuan memastikan tidak ada aktivitas yang tak perlu di luar rumah saat malam hari. Terbukti, polisi sejauh ini belum menemukan kondisi tersebut kecuali satu hari menjelang penerapan PSBB.

"Kalau malam sebagian besar sudah beristirahat. Kemarin sebelum PSBB masih ditemukan perkumpulan-perkumpulan balap liar, perkumpulan duduk-duduk, nongkrong-nongkrong. Alhamdulillah sekarang tidak, sejak patroli subuh mulai jam dua sampai jam empat.  Itu sekaligus membagikan sahur bagi yang siskamling," jelasnya.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Play Podcast X