Thursday, 7 Zulqaidah 1442 / 17 June 2021

Thursday, 7 Zulqaidah 1442 / 17 June 2021

Jubir Ajak Warga Hargai Petugas Medis yang Gugur

Selasa 19 May 2020 16:59 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Teguh Firmansyah

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto bersiap menyampaikan keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (27/3/2020). Berdasarkan data hingga Jumat (27/3/2020) pukul 12.00, jumlah kasus positif COVID-19 mencapai 1.046 orang di 27 provinsi se-Indonesia dengan jumlah pasien sembuh mencapai 46 orang dan meninggal dunia mencapai 87 orang.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto bersiap menyampaikan keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (27/3/2020). Berdasarkan data hingga Jumat (27/3/2020) pukul 12.00, jumlah kasus positif COVID-19 mencapai 1.046 orang di 27 provinsi se-Indonesia dengan jumlah pasien sembuh mencapai 46 orang dan meninggal dunia mencapai 87 orang.

Foto: ANTARA /Nova Wahyudi
Yurianto menilai penularan bisa ditekan jika semua patuh dengan protokol kesehatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengajak masyarakat menghargai kerja para petugas kesehatan dalam berjuang melawan Covid-19. Caranya, kata Yuri, warga harus tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan demi mencegah penyebaran virus Covid-19.

Sebab, Yurianto mengatakan, virus Covid-19 tidak hanya menginfeksi kelompok masyarakat tetapi juga banyak dari tenaga medis. "Karena itu, mari kita bersama-sama bekerja sama, kita berduka atas gugurnya beberapa tenaga kesehatan, namun kita juga harus kemudian memiliki komitmen yang kuat untuk menurunkan kasus ini," ujar Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (19/5).

Menurutnya, penularan bisa ditekan dengan kesungguhan masyarakat mematuhi segala imbauan menjalankan protokol kesehatan. Bahkan, Yuri menilai, protokol kesehatan mulai dari rajin mencuci tangan, menggunakan masker saat ke luar rumah, menjaga jarak fisik, serta menghindari kerumunan sudah harus menjadi kebiasaan baru masyarakat di situasi pandemi Covid-19.

Sebab, hingga saat ini belum ada vaksin maupun obat yang menjadi standar dunia dalam mengobati virus Covid-19. "Kalau ada kesungguhan kita untuk menjalankan  normal yang baru, maka angka ini akan bisa kita tekan dan bisa kita turunkan untuk kemudian menjadi hilang," katanya.

Ia pun mengajak masyarakat saling mengingatkan satu sama lain dalam upaya membiasakan kebiasaan baru tersebut. Sebab, dengan kerja sama secara serentak dapat memutus rantai penyebaran Covid-19. "Jadi kita jangan segan-segan untuk saling mengingatkan, saling mengingatkan untuk sebuah kebaikan," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA