Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Lawan Corona, Aplikasi Ini Ajak Masyarakat Berdonasi

Selasa 19 May 2020 09:35 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Lawan Corona, Aplikasi Ini Ajak Masyarakat Berdonasi. (FOTO: Mochamad Ali Topan)

Lawan Corona, Aplikasi Ini Ajak Masyarakat Berdonasi. (FOTO: Mochamad Ali Topan)

Lawan Corona, Aplikasi Ini Ajak Masyarakat Berdonasi

Warta Ekonomi.co.id, Surabaya

Di masa Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSPB) cukup berdampak besar bagi semua lapisan masyarakat dikarenakan pembatasan aktivitasnya. Bahkan masyarakat yang memiliki usaha kecil-kecilan alami penurunan draktis pendapatannya bahkan ada menutup usahanya dikarenakan PSPB ini.

Untuk meringankan beban mereka, sebuah situs berbasis aplikasi SUPER mengajak masyarakat untuk membantu mereka yang membutuhkan bantuan sekaligus meringankan beban akibat pandemi Covid-19 mengajak masyarakat bisaberdonasi yang nantinya dirupakan dalam bentuk sembako dan disalurkan kepada pedagang kaki lima dan masyarakat yang membutuhkan di area Surabaya dan Sidoarjo lewat situs resmi www.sembakountuksedulur.com 

"Melalui situs ini kami ingin membantu warga yang terdampak seperti PKL. Kenapa PKL? Karena selama ini segmen ini kurang mendapat perhatian. Padahal mereka juga terdampak akibat pandemi ini. Penghasilan mereka turun drastis. Bahkan untuk membeli sembako saja mereka kesulitan,” terangHead of Retail and Marketing Aplikasi Super, Aimi diSurabaya, Senin sore (18/5/2020).

Baca Juga: Emil Minta TNI-Polri Awasi PSBB Jelang Lebaran

Aimi menjelaskan, pihak donatur bisa memilih untuk berdonasi dalam bentuk paket sembako senilai Rp 100.000 maupun uang tunai dengan nilai berapa pun sesuai dengan kemampuan. 

"Paket sembako yang dibagikan berupa 5kg beras, 1 liter minyak goreng, lima bungkus mie instan dan 10 sachet kopi instan," ujarnya.

Aimi berharap, donasi lewat situs ini mampu bisa mencapai Rp 1 Miliar hingga Bulan Juli nanti. Penyaluran sembako akan dilakukan secara bertahap dan tahap pertama diharapkan bisa dilakukan pada saat Hari Raya Idul Fitri. 

”Targetnya bisa dibagi pas Lebaran untuk menghibur mereka yang tidak bisa mudik. Mari kita merayakan hari kemenangan dengan berbagi,” sambungnya.

Dibulan April lalu, Aimi mengungkapkan, aplikasi Super juga sudah menyalurkan 700 paket sembako berupa 3.5 ton beras, 700 Liter minyak goreng, 3.500 bungkus mie instan dan 70.000 sachet kopi instan kepada para PKL dan masyarakat kecil di wilayah Surabaya dan sekitarnya. 

Sementara itu sebut dia, aplikasi Super sudah diluncurkan sejak Januari 2019. Ada banyak keuntungan yang bisa didapatkan dengan bergabung di Aplikasi Super. Yang pertama yaitu harga yang terjangkau sehingga toko kelontong bisa menjual kembali dengan keuntungan yang lebih besar. Keuntungan lainnya yaitu kemudahan untuk kulakan. Melalui aplikasi ini, pemilik toko kelontong tidak perlu menghubungi banyak sales atau repot pergi ke grosir untuk kulakan barang. 

"Pemilik toko kelontong bisa berbelanja berbagai macam barang kebutuhan pokok dan barang digital cukup melalui satu aplikasi," jelas Aimi.

Yang terakhir lanjutnya, kurir Super akan mengirimkan barang pesanan toko kelontong ke lokasi pengiriman yang ditentukan dalam jangka waktu sehari setelah tanggal pemesanan. Pengiriman juga tidak dikenakan ongkos kirim alias gratis. 

Saat ini sudah ada 5.000 agen dan toko kelontong yang sudah terdaftar dan 250 toko yang tergabung menjadi Super Center. Dan pada akhir tahun ini ditargetkan ada 10.000 toko kelontong dan agen yang menggunakan aplikasi super dan 2.000 toko yang tergabung menjadi Super Center.

Super Center merupakan program dari aplikasi Super untuk memajukan toko kelontong dengan digitalisasi toko kelontong dan 3P (Pelatihan, Pendapatan tambahan, dan Promosi) serta menjadi titik point feeder untuk agen Super. 

"Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan untuk menjadi mitra Super atau Super  Center. Diantaranya yaitu dengan melihat jumlah transaksi pembelian di aplikasi Super, banyaknya pelanggan, lokasi toko dan pemilik toko yang kooperatif," pungkas dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA