Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Langgar Aturan Social Distancing, Jungkook BTS Menyesal

Senin 18 May 2020 21:24 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Reiny Dwinanda

Anggota grup band Korea BTS, Jungkook kedapatan melanggar aturan social distancing pada akhir April lalu.

Anggota grup band Korea BTS, Jungkook kedapatan melanggar aturan social distancing pada akhir April lalu.

Foto: Flickr
Personel BTS Jungkook sempat berkunjung ke restoran dan bar di Itaewon.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Personel BTS Jungkook mengaku sangat menyesal karena melanggar aturan jaga jarak kala pandemi Covid-19. Belum lama ini ia kedapatan mengunjungi sebuah restoran dan bar di kawasan Itaewon, Seoul, Korea Selatan.

Penyesalan Jungkook disampaikan melalui Big Hit Entertainment, agensi yang menaungi BTS. Dalam pernyataan resminya, agensi tersebut juga membenarkan rumor bahwa Jungkook pergi ke bar pada akhir April 2020 lalu.

“Jungkook sendiri saat ini merasa sangat menyesal karena dia tidak mematuhi aturan untuk menjaga jarak sosial secara benar,” kata agensi seperti dilansir Independent, Senin (18/5).

Menurut pernyataan agensi, Jungkook pergi ke bar untuk bertemu dengan kawannya. Agensi juga menegaskan bahwa Jungkook tidak pergi ke bar yang dilaporkan terdapat kasus baru Covid-19. Namun, demi meyakinkan semua pihak, Jungkook akhirnya melakukan tes Covid-19 dan hasilnya negatif.

“Dia (Jungkook) juga tidak menunjukkan gejala Covid-19 seperti batuk atau demam setelah mengunjungi bar. Ia secara sukarela menjalani tes Covid-19 di rumah sakit yang ditunjuk pemerintah dan dinyatakan negatif,” demikian kata Agensi.

Sementara itu, Jaehyun NCT, Mingyu SEVENTEEN, dan Cha Eunwoo ASTRO juga turut dites Covid-19 lantaran sama-sama kedapatan berada di restoran dan kelab di kawasan Itaewon pada akhir April. Ketiganya juga dinyatakan negatif.

BTS belum lama ini terpaksa membatalkan seluruh tur 2020 karena pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai. Mulanya, konser di Jepang dijadwalkan berlangsung pada bulan Juni, Juli, Agustus, dan September, sementara tur Eropa direncanakan digelar pada Juli.

"Prioritas tertinggi kami adalah keselamatan artis dan penggemar serta komunitas global. Kami mohon pengertian kalian semua. Keputusan ini telah dibuat dengan mempertimbangkan keselamatan dan kesehatan semua orang yang terlibat. Kami berharap kita dapat bertemu di masa depan,” demikian kata agensi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA