Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

RUPS Jadi Harapan Persib

Senin 18 May 2020 12:23 WIB

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Israr Itah

Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat Umuh Muchtar.

Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat Umuh Muchtar.

Foto: Republika/Hartifiany Praisra
Umuh berharap jalannya rapat daring ini bisa berlangsung tanpa hambatan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- PT Liga Indonesia Baru akan menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS) luar biasa pada Senin (18/5). Enam agenda akan dibicarakan bersama PSSI sebagai operator dan klub peserta kompetisi liga.

Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat Umuh Muchtar mengakui RUPS bisa menjadi jalan bagi klub untuk mendapatkan kepastian. Baik nasib kompetisi maupun polemik subsidi yang selama ini dipermasalahkan klub.

Baca Juga

"Semua harus tuntas, selesai permasalahan kekisruhan yang ada di tubuh LIB," kata Umuh, Ahad (17/5).

Umuh berharap jalannya rapat daring ini bisa berlangsung tanpa hambatan. Mengingat polemik di tubuh PT LIB bukan hanya soal subsidi dan nasib kompetisi saja. Namun juga konflik internal di tubuh operator yang bisa merugikan klub sebagai pemegang saham. Dimana direktur utama PT LIB, Cucu Somantri yang mengangkat anaknya sebagai pejabat PT LIB tanpa persetujuan pimpinan lainnya.

"Seorang anak boleh ikut kalau profesional. Tapi kalau seorang anak masuk tapi tidak tahu sama sekali permasalahan, aturan, itu sangat merugikan klub dan semua," kata Umuh.

Selain itu, transparansi pun diharapkan bisa menjadi kunci dalam pemaparan keuangan PT LIB saat ini. Pemotongan subsidi tanpa persetujuan klub tentunya membawa kepanikan bagi klub yang mengalami kesulitan ekonomi di tengah pandemik virus corona. 

"Harus transparan, jelas, tapi kalau besok uang ada sekian ini sudah dibagikan sekian, jelas. Tidak masalah," tegasnya.

Ia mengatakan, Persib terutama akan meminta pertanggungjawaban terkait sumber pemasukan PT LIB. "Transparan dapat dari mana, berapa yang sudah masuk dari sponsor, dari siapa saja, terus ke mana keluarnya dan siapa saja yang sudah menerimanya subsidi," katanya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA