Friday, 4 Ramadhan 1442 / 16 April 2021

Friday, 4 Ramadhan 1442 / 16 April 2021

The Fed Perkirakan Ekonomi AS Kuartal II 2020 Turun Tajam

Senin 18 May 2020 10:08 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Friska Yolandha

Gubernur Federal Reserve, Jerome Powell, menyebut ekonomi Amerika Serikat (AS) berpotensi mengalami kontraksi hingga 20-30 persen selama pandemi Covid-19.

Gubernur Federal Reserve, Jerome Powell, menyebut ekonomi Amerika Serikat (AS) berpotensi mengalami kontraksi hingga 20-30 persen selama pandemi Covid-19.

Foto: AP Photo/Manuel Balce Ceneta
Ekonomi AS berpotensi turun hingga 30 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON DC -- Gubernur Federal Reserve, Jerome Powell, menyebut ekonomi Amerika Serikat (AS) berpotensi mengalami kontraksi hingga 20-30 persen selama pandemi Covid-19. Menurutnya, ekonomi tidak akan menguat selama vaksin belum ditemukan.

Dalam sebuah wawancara dengan CBS, Powell mengatakan pelemahan ekonomi secara global bisa berlangsung sampai akhir 2021. Di AS, pandemi ini telah menyebabkan lebih dari 36 juta orang kehilangan pekerjaannya sejak pertengahan Maret.

Powell memperkirakan, pengangguran berpotensi meningkat hingga 25 persen. Namun, Powell masih yakin ekonomi AS bisa kembali pulih.

Baca Juga

"Sekarang ini kondisinya sangat sulit dan banyak yang menderita karenanya. Tapi ekonomi akan pulih, memang ini perlu waktu. Kita tidak tahu sampai kapan," kata Powell dikutip BBC. 

Powell memastikan, AS bisa menghindari penurunan ekonomi yang berkepanjangan. Menurutnya, AS saat ini memiliki sistem keuangan yang cukup sehat.

Meski ekonomi AS berpotensi turun 20-30 persen pada kuartal kedua tahun ini, Powell memperkirakan negara adi daya tersebut mulai pulih pada pertengan tahun ini. Dengan syarat, AS harus bisa menghindari gelombang kedua Covid-19.

"Penting sekali untuk menghindari gelombang kedua karena bisa membuat ekonomi lebih parah lagi," terang Powell. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA