Ahad 17 May 2020 17:36 WIB

Tujuh Tenaga Medis Bengkulu Positif Covid-19

tenaga medis positif Covid-19 diminta isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Tujuh Tenaga Medis Bengkulu Positif Covid-19. Suasana sepi pengunjung di pusat perbelanjaan Bencoolen mall, Bengkulu.
Foto: Antara/David Muharmansyah
Tujuh Tenaga Medis Bengkulu Positif Covid-19. Suasana sepi pengunjung di pusat perbelanjaan Bencoolen mall, Bengkulu.

REPUBLIKA.CO.ID, BENGKULU -- Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bengkulu, Minggu mengumumkan ada tambahan sembilan kasus baru positif Covid-19 di daerah itu dan tujuh orang di antaranya merupakan tenaga medis.

Juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bengkulu Jaduliwan mengatakan bahwa tujuh orang itu merupakan tenaga medis yang menangani kasus Covid-19 di salah satu rumah sakit rujukan di Kota Bengkulu.

Baca Juga

"Hari ini ada tambahan sembilan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 baru berdasarkan hasil uji swab dan tujuh orang di antaranya merupakan tenaga medis yang menangani kasus Covid-19 di Kota Bengkulu," katanya, Ahad (17/5).

Ia menambahkan, dari tujuh orang tenaga medis itu empat di antaranya merupakan perempuan dan tiga orang laki-laki. Menurut dia, sembilan kasus positif baru itu seluruhnya tidak mengalami gejala klinis dan masuk dalam kategori Orang Tanpa Gejala (OTG). Mereka juga diminta melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

"Untuk tambahan kasus hari ini yaitu dari nomor kasus 57 sampai 65 itu semuanya OTG dan sekarang melakukan isolasi mandiri," katanya.

Dengan penambahan tujuh kasus baru itu, katanya, total sudah sebanyak 30 tenaga medis di Provinsi Bengkulu yang bekerja di berbagai rumah sakit terinfeksi virus corona jenis baru penyebab Covid-19 itu. Sedangkan total keseluruhan kasus konfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil uji swab di Bengkulu sebanyak 65 kasus.

"Kasus di Bengkulu ini setiap hari terus bertambah. Kami berulang kali meminta masyarakat untuk patuh pada protokol kesehatan agar angka kasus positif tidak terus bertambah," ujar Jaduliwan.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement