Tuesday, 1 Rabiul Awwal 1444 / 27 September 2022

MUI Luncurkan Gerakan Moral Bangsa untuk Hadapi Covid-19

Ahad 17 May 2020 15:09 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Muhammad Fakhruddin

Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nadjamuddin Ramly menyampaikan konferensi pers terkait kunjungan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di kantor MUI, Jakarta, Ahad (17/5). Dalam kunjungan tersebut membahas tentang rencana kegiatan gerakan moral bangsa sebagai implementasi dari 4 sehat 5 sempurna dengan menerapkan protokol covid-19 kepada masyarakat agar menerapkan pola hidup sehat

Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nadjamuddin Ramly menyampaikan konferensi pers terkait kunjungan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di kantor MUI, Jakarta, Ahad (17/5). Dalam kunjungan tersebut membahas tentang rencana kegiatan gerakan moral bangsa sebagai implementasi dari 4 sehat 5 sempurna dengan menerapkan protokol covid-19 kepada masyarakat agar menerapkan pola hidup sehat

Foto: Republika/Thoudy Badai
Empat sehat lima sempurna ini yang akan menjadi gerakan moral bangsa.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan meluncurkan gerakan moral bangsa untuk menghadapi pandemi virus corona atau Covid-19. Gerakan moral bangsa tersebut bentuknya gaya hidup empat sehat lima sempurna.

Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Nadjamuddin Ramly menyampaikan, MUI telah bertemu dengan Doni Monardo sebagai Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). MUI telah membuat kesepakatan dan keputusan bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini.

"Nanti kami akan berencana meluncurkan sebuah kegiatan gerakan moral bangsa, Insya Allah dalam waktu yang tidak lama gerakan moral bangsa akan diluncurkan," kata Ramly kepada Republika.co.id di Kantor MUI Pusat, Ahad (17/5).

Ia mengatakan, gerakan moral bangsa bentuknya berupa semboyan atau moto untuk masyarakat bangsa Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Semboyan tersebut akan diaplikasikan bersama agar menjadi karakter dan kebiasaan menghindari serta memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19.

Semboyan tersebut adalah empat sehat lima sempurna seperti semboyan yang sering didengar di bangku sekolah dasar dulu. Empat sehat lima sempurna ini yang akan menjadi gerakan moral bangsa.

Pertama, selalu menggunakan masker. Kedua, atur jarak sehat yang sudah dikenal sebagai physical distancing dan social distancing. "Ketiga, sesering mungkin untuk mencuci tangan. Keempat olahraga yang teratur, istirahat yang cukup, dan tidak panik. Kelima, memakan makanan yang bergizi," ujarnya.

Wakil Ketua Satgas Covid-19 MUI Divisi Penyaluran Bantuan ini mengatakan, Insya Allah gerakan moral bangsa berupa empat sehat lima sempurna akan memutuskan mata rantai penyebaran Covid 19. Gerakan ini akan disosialisasikan melalui televisi, video-video pendek, tulisan dan lain sebagainya.

Dalam sosialisasi gerakan moral bangsa juga akan melibatkan dai dan mubaligh. Kemudian disampaikan ke MUI provinsi, kabupaten, kota dan kecamatan. Sehingga pesannya sampai ke masyarakat di desa-desa.

"Mungkin juga kita akan sosialisasikan dan komunikasikan ke komunitas, artis, youtuber sehingga 277 juta warga Indonesia bisa memahami gerakan ini, dan kita harus kerjakan gerakan ini agar menjadi karakter yang membudaya di tengah bangsa kita," jelasnya.

Ramly menegaskan, masyarakat harus biasa menerapkan gaya hidup empat sehat lima sempurna untuk menghadapi pandemi Covid-19, karena dengan biasa menjadi bisa. Para media dan wartawan juga adalah ujung tombak dari sosialisasi gerakan moral bangsa ini.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA