Ahad 17 May 2020 14:55 WIB

PLN Salurkan Listrik Gratis untuk 2.000 KK di NTT

Sasaran penerima bantuan ini adalah masyarakat tidak mampu

Gardu listrik PLN (ilustrasi). PLN salurkan listrik gratis untuk 2.000 KK di NTT.
Foto: Musiron/Republika
Gardu listrik PLN (ilustrasi). PLN salurkan listrik gratis untuk 2.000 KK di NTT.

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- PT PLN (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) telah menyalurkan bantuan pemasangan listrik gratis untuk 2.000 kepala keluarga (KK) yang menyebar di provinsi berbasiskan kepulauan itu melalui program Corporate Social Responcibility (CSR) perusahaan plat merah itu.

“Bantuan CSR listrik grratis ini telah disalurkan selama kurun waktu dari Januari-Mei 2020 secara menyebar di Pulau Timor, Flores dan Sumba,” kata General Manger PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT Ignatius Rendroyoko, dalam keterangan yang diterima di Kupang, Ahad (17/5).

Baca Juga

Ia merincikan, sebanyak 2.000 KK penerima bantuan tersebut di antaranya di Pulau Timor sebanyak 1.000 KK, Pulau Flores 747 KK, dan Pulau Sumba 253 KK.

Sasaran penerima bantuan ini, kata dia, adalah masyarakat tidak mampu yang tercatat dalam basis data Tim Nasional Perepaan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) serta yang berada di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).

“Masyarakat dengan kriteria ini yang kami bantu melalui CSR kami karena masih banyak yang kesulitan biaya untuk pemasangan listrik,” katanya.

Ignatius Rendroyoko mengatakan, pihaknya akan secara bertahap memberikan bantuan listrik gratis melalui program CRS maupun jenis bantuan lainnya.

Di sisi lain, lanjut dia, PLN juga mendorong berbagai pihak baik swasta maupun pemerintah daerah untuk menghadirkan bantuan serupa agar masyarakat menikmati listrik untuk menunjang berbagai kebutuhannya.

Lebih lanjut Ignatius Rendroyoko mengatakan, di tengah kondisi pandemi virus corona jenis baru (COVID-19) seperti ini, pihaknya terus berupaya memberikan pelayanan listrik terbaik kepada masyarakat.

“Selain penyambungan baru, pembangunan jaringan listrik ke desa-desa yang belum tersentuh listrik juga terus dikerjakan di lapangan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan keselamatan kerja,” katanya.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement