Jumat 15 May 2020 18:50 WIB

Budidaya Ikan di Sleman Mulai Terdampak Covid-19

Pembudidaya sulit memasarkan karena turunnya daya beli masyarakat.

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Dwi Murdaningsih
Pekerja memanen ikan lele yang dibudidayakan. ilustrasi
Foto: ANTARA FOTO/IRWANSYAH PUTRA
Pekerja memanen ikan lele yang dibudidayakan. ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian masyarakat memang tidak cuma besar tapi cukup merata. Di Kabupaten Sleman, sektor budidaya pertanian dan perikanan mulai merasakan dampak karena sulitnya pemasaran.

Penurunan daya beli masyarakat dan tidak berjalannya usaha warung makan mengakibatkan pembudidaya ikan mengalami kesulitan melakukan pemasaran. Kondisi seperti itu tentu saja mendorong terjadinya penumpukan produksi.

Baca Juga

Sedangkan, pembudidaya harus tetap mengeluarkan biaya produksi untuk pakan setiap harinya. Selain itu, ukuran ikan di kolam-kolam yang semakin besar menjadi masalah tersendiri bagi pembudidaya ikan di Kabupaten Sleman.

Sebab, semakin padat ikan dengan bertambahnya bobot ikan jelas akan lebih beresiko terhadap kualitas air dan kesehatan ikan di kolam. Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman sendiri sudah mencari sejumlah solusi.

Kepala Dinas P3 Sleman, Heru Saptono mengatakan, Bidang Perikanan belakangan mencoba membuat terobosan pasar yang cukup sederhana untuk mengatasi masalah pemasaran. Yaitu, dengan mencoba penjualan ikan ke lingkungan Pemkab Sleman.

Pemasaran dilakukan melalui grup-grup media sosial yang ada di lingkungan Pemkab Sleman. Selain itu juga dipromosikan penjualan ikan segar langsung dari pembudidaya ikan dengan harga jual yang tentu saja di bawah pasar.

"Ternyata respons konsumen cukup bagus dan sudah berhasil melakukan beberapa kali penjualan ikan di instansi-instansi dengan rata-rata penjualan mencapai 200 kilogram per pekan," kata Heru, Jumat (15/5).

Selain menyerap produksi ikan dari pembudidaya, kegiatan tersebut sekaligus sebagai promosi Gerakan Makan Ikan. Terlebih, ikan memiliki nilai gizi yang baik untuk membantu menunjang kesehatan tubuh di tengah pandemi Covid-19.

Kabid Perikanan DP3 Kabupaten Sleman, Sri Purwaningsih berharap, pembudidaya ikan lebih sering melakukan pemasaran melalui cara serupa. Khususnya, dalam lingkungan Pemda Sleman minimal satu kali dalam satu pekan.

"Sehingga, ada jaminan penjualan dari hasil produksi ikan yang dihasilkan," ujar Sri.

Tidak cuma menguntungkan pembudidaya ikan, cara itu dinilai akan memudahkan konsumen memenuhi kebutuhan gizi keluarga tanpa harus berbelanja langsung ke pasar atau swalayan. Sekaligus, mematuhi anjuran di rumah selama pandemi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement