Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Corona Rambah Kamp Pengungsi Rohingya

Jumat 15 May 2020 00:02 WIB

Rep: Ferry Kisihandi / Red: Agus Yulianto

Puluhan ribu pengungsi Rohingya di Kamp Kutupalong, Cox’s Bazar, Bangladesh.

Puluhan ribu pengungsi Rohingya di Kamp Kutupalong, Cox’s Bazar, Bangladesh.

Foto: Rafiqur Rahman/Reuters
Kamp dihuni oleh lebih dari 1 juta pengungsi Rohingya.

REPUBLIKA.CO.ID, DHAKA – Virus corona terdeteksi di salah satu kamp pengungsi Rohingya di wilayah selatan Bangladesh. Kamp ini dihuni oleh lebih dari 1 juta pengungsi Rohingya. Hal ini diungkapkan sejumlah pejabat Bangladesh, Kamis (14/5).

"Seorang pengungsi beretnis Rohingya dan pengungsi lainnya setelah menjalani tes, positif Covid-19," ungkap seorang pejabat senior Bangladesh dan juru bicara PBB. Kasus ini menjadi kasus pertama yang terkonfirmasi di kamp pengungsian tersebut. 

Juru bicara PBB menambahkan, selain warga Rohingya tersebut, satu orang lainnya yang dinyatakan positif corona berasal dari host population, istilah yang digunakan untuk menyebut warga lokal yang tinggal di luar kamp. "Hari ini setelah diketahui positif corona, mereka dipindahkan ke sebuah pusat isolasi," kata Komisioner Penanganan Pengungsi dan Repatriasi, Mahbib Alam Talukder, melalui sambungan telepon kepada laman berita Reuters.

Pekerja kemanusiaan telah mengingatkan soal potensi bencana kemanusiaan jika terjadi wabah corona di kamp-kamp pengungsian di luar Cox’s Bazar. Saat ini kamp pengungsi Rohingya terpusat di wilayah tersebut. 

Sebanyak 60 ribu hingga 90 ribu pengungsi berjejalan di setiap kilometer persegi di kamp itu. Lusinan keluarga saling berbagi ruang di kamp tersebut. Lebih dari 730 ribu orang Rohingya dari Myanmar tiba di Bangladesh pada akhir 2017. 

Mereka melarikan diri dari kampung halamannya, Rakhine, setelah ada operasi militer Myanmar. Myanmar kini menghadapi dakwaan melakukan genosida terhadap Rohingya di International Court of Justice yang berkedudukan di Den Haag, Belanda. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA