Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Polda Metro Prediksi Jakarta Cenderung Padat Saat Lebaran

Kamis 14 May 2020 21:07 WIB

Red: Muhammad Fakhruddin

Petugas Damkar menyemprotkan cairan disinfektan di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Ahad (22/3/2020).

Petugas Damkar menyemprotkan cairan disinfektan di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Ahad (22/3/2020).

Foto: ANTARA/APRILLIO AKBAR
Kepadatan arus karena mobilitas masyarakat yang akan bersilaturahmi saat Idul Fitri

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya memprediksi arus lalu lintas di Jakarta akan lebih padat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo Yogo mengatakan prediksi tersebut didasarkan pada fakta banyaknya masyarakat yang tidak bisa mudik keluar Jabodetabek

"Kemungkinan lebaran tahun ini berbeda dengan lebaran tahun-tahun sebelumnya. Lebaran sebelumnya Jakarta lebih lenggang, orang mudik ke kampung halamannya masing-masing tetapi lebaran tahun ini akan lebih padat," kata Sambodo di Mako Polda Metro Jaya, Kamis.

Sambodo menjelaskan, Polda Metro Jaya sudah mempersiapkan personelnya untuk segala situasi, mulai dari rotasi personel hingga pengamanan di titik-titik yang berpotensi menjadi simpul kemacetan.

"Intinya kami siap menghadapi kenaikan volume lalu lintas pada saat Hari Raya Idul Fitri," ujarnya.

Sambodo memprediksi adanya kepadatan arus karena mobilitas masyarakat yang akan bersilaturahmi dalam rangka Idul Fitri.

Sambodojugamengingatkan masyarakat agar tetap mematuhi aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) antara lain, menggunakan masker dan sarung tangan, menjaga jarak (physical distancing) dan kendaraan yang tidak melebihi kapasitas.

Sambodo mengatakan silaturahmi saat merayakan Idul Fitri adalah sebuah tradisi yang mengakar di masyarakat, meski hal tidak dianjurkan karena pendemi Covid-19 dan pihak kepolisian tidak mengeluarkan larangan terkait hal itu.

"Nah tentu di masa PSBB ini memang banyak yang bersilahturahmi, kami tidak menganjurkan, tapi tidak bisa juga melarang," ujarnya.

 

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA