Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Tyson dan Holyfield Disarankan Tak Lagi Naik Ring Tinju

Kamis 14 May 2020 20:25 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Muhammad Akbar

Mike Tyson vs Evander Holyfield

Mike Tyson vs Evander Holyfield

Foto: firststreetconfidential.com
jangan mencoba untuk kembali ke ring profesional

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Petinju profesional Inggris, Dillian Whyte mengingatkan agar legenda tinju dunia Mike Tyson dan Evander Holyfield agar tidak kembali secara profesional ke ring.

Whyte memperingatkan mantan juara kelas berat dunia bahwa hal itu dapat mengakibatkan cedera serius.

Keduanya telah merilis video pelatihan diri baru-baru ini dan spekulasi meningkat bahwa mereka bisa bertarung untuk ketiga kalinya, hampir seperempat abad setelah Tyson menggigit telinga Holyfield dalam pertandingan ulang yang terkenal.

Sementara itu, mereka dianggap sebagai dua dari kelas berat terbaik di jamannya, atau di masa mana pun, dan memecahkan beberapa rekor di antara mereka, Tyson sekarang berusia 53 tahun sementara Holyfield empat tahun lebih tua.

Whyte dapat melihat mengapa pertandingan eksibisi dapat diatur, namun petinju asal London itu berpendapat antara dua pria yang belum bertarung selama beberapa tahun akan menjadi langkah terlalu jauh.

"Ada begitu banyak pemikiran dan cara berbeda untuk memikirkan hal ini," kata Whyte kepada kantor berita PA dikutip dari Sportsmole, Kamis (14/5).

"Jika mereka ingin melakukan sesuatu untuk amal dalam pertandingan eksibisi, itu baik-baik saja dan jangan mencoba untuk kembali ke ring profesional," kata dia menambahkan.

"Karena apa yang dilakukannya, itu mengurangi semua kerja keras mereka yang telah mereka lakukan selama bertahun-tahun. Ini seperti 'Anda berusia lima puluhan sekarang, santai saja, nikmati kesuksesan Anda dan nikmati pensiun Anda," terangnya.

"Kau tahu, mereka mungkin terluka," tegas dia.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA