Jumat 15 May 2020 04:11 WIB

Corona Momentum Milenial Alihkan Dana Traveling ke Properti

Sekarang banyak pengembang yang menjual properti dengan paket penawaran yang menarik.

Warga mengamati maket salah satu perumahan yang ditawarkan dalam salah satu pameran properti. ilustrasi
Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Warga mengamati maket salah satu perumahan yang ditawarkan dalam salah satu pameran properti. ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat properti Lukas Bong menilai bahwa pandemi Covid-19 saat ini dapat dijadikan momentum bagi kalangan milenial untuk mengalihkan dana traveling untuk investasi ke properti. Saat ini, ungkapnya, banyak pengembang yang menawarkan landed house dengan harga terjangkau bagi milenial serta beragam promo menarik.

"Sekarang banyak pengembang yang menjual properti dengan paket penawaran yang menarik. Ini saatnya bagi milenial yang memiliki tabungan atau yang mampu menyicil," ujar Lukas yang juga Ketua Umum Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (Arebi) dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (14/5).

Baca Juga

Menurut dia, program penawaran menarik dari pengembang menjadi momen yang baik untuk dimanfaatkan. Biasanya, pengembang saat ini menawarkan harga lebih murah dibandingkan dengan harga pasar.

"Sekarang harga sudah bergerak turun 30 persen, itu belum termasuk jika ada penawaran khusus. Ini peluang bagi masyarakat yang ingin memiliki hunian atau ingin investasi," katanya.

Sementara itu, pengamat perbankan Paul Sutaryono menilai pada masa pandemik seperti ini memang sektor properti masih tergolong sangat baik. Selain itu, investasi properti terbilang paling aman.

"Tentu saja properti masih untuk jangka menengah dan panjang," paparnya.

Ia mengatakan sektor properti memang terpapar dampak virus Covid-19. Namun, dalam jangka menengah dan jangka panjang sektor ini tetap paling prospektif khususnya hunian tingkat menengah atas yang diperkirakan akan menolong pertumbuhan sektor properti.

Ditambah restrukturisasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan rencana pemberian subsidi bunga oleh pemerintah diharapkan dapat membantu dalam mendorong KPR. Dalam membeli properti, ia mengingatkan agar nasabah atau masyarakat harus memperhatikan reputasi dan peringkat pengembang.

"Masyarakat harus mencari pengembang yang mendapat kepercayaan dengan kredibilitas terbaik. Manfaatkan program penawaran pengembang, tetapi juga peringkat pengembang sangat penting," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement