Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Pastikan Likuiditas Lancar, Bank BJB Siapkan Rp 13,3 Triliun

Kamis 14 May 2020 17:42 WIB

Red: Sandy Ferdiana

bank bjb

bank bjb

Foto: Istimewa
Bank BJB juga menyediakan layanan penukaran uang menjelang menjelang Idul Fitri.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – Sepanjang Ramadan dan menjelang hari raya lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah, Bank BJB memproyeksikan kebutuhan uang tunai sebesar Rp 13,3 triliun. Uang tunai itu akan dialokasikan untuk pemenuhan kebutuhan operasional sebesar Rp 9,7 triliun dan ketersediaan dana di ATM sebesar Rp 3,6 triliun.

Selain menyiapkan uang tunai, Bank BJB juga memastikan kesiapan seluruh jaringan kantornya yang tersebar di 14 Provinsi di Indonesia. Persiapan uang pada periode Ramadan dan lebaran 2020 tersebut, menurut Pemimpin Divisi Corporate Secretary Bank BJB Widi Hartoto, dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap tren kebutuhan uang yang meningkat menjelang hari raya.

Widi mengatakan, jumlah dana yang disalurkan telah disesuaikan dengan proyeksi kebutuhan selama Ramadan dan Idul Fitri 1441 H. Prediksinya, ungkap dia, kebutuhan uang masyarakat mengalami kenaikan dari segi volume transaksi melalui bjb ATM, maupun pengambilan uang tunai di jaringan kantor Bank BJB.

‘’Kami pastikan dana likuiditas yang dapat dicairkan memenuhi kebutuhan uang tunai masyarakat,’’ ujar Widi dalam siaran persnya, Kamis (14/5). Penyediaan dana likuiditas ini, imbuh dia, selain untuk memenuhi kebutuhan Ramadan dan lebaran, juga untuk menunjang kebutuhan keuangan, termasuk stimulasi di tengah situasi pandemi Covid-19.

Di tengah pemenuhan kebutuhan uang tunai yang mendesak, pihaknya juga tetap menerima layanan penukaran uang selama bulan Ramadan 1441 H di seluruh jaringan kantor. Pelayanan penukaran uang, ungkap dia, dilaksanakan secara optimal dengan memperhatikan standar protokol kesehatan Covid-19.

Widi menjelaskan, Bank Indonesia sebagai penerbit uang tunai sudah melakukan langkah antisipasi dini. Di antaranya dengan cara melakukan karantina uang Rupiah selama 14 hari sebelum diedarkan ke masyarakat, dan membersihkan sarana perkasan dengan menggunakan cairan disinfektan secara berkala.

Kendati telah menyediakan uang tunai, pihaknya mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan cara bertransaksi secara non tunai melalui layanan digital banking perseroan, demi menekan potensi penyebaran Covid-19. Nasabah Bank BJB, lanjut dia, dapat menggunakan layanan non operasional kantor dengan e-channel seperti bjb ATM, bjb Mobile, bjb NET, bjb SMS, bjb EDC (bjb DIGI).

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA