Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Pencari Pekerjaan Turun Akibat Covid-19 di Australia

Kamis 14 May 2020 10:56 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Christiyaningsih

Tanda Tetap Aman dari Coronavirus terlihat di pantai Elwood, Melbourne, Australia.  Pencari pekerjaan di Australia merosot paling banyak dalam catatan pada April karena Covid-19. Ilustrasi.

Tanda Tetap Aman dari Coronavirus terlihat di pantai Elwood, Melbourne, Australia. Pencari pekerjaan di Australia merosot paling banyak dalam catatan pada April karena Covid-19. Ilustrasi.

Foto: EPA-EFE / SCOTT BARBOUR
Pencari pekerjaan di Australia merosot paling banyak dalam catatan pada April

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Pencari pekerjaan di Australia merosot paling banyak dalam catatan pada April. Data dari Biro Statistik Australia (ABS) menunjukkan pencarian pekerjaan April turun 594.300.

Sedangkan tingkat pengangguran melonjak hingga 6,2 persen dan tertinggi sejak September 2015. Laporan itu juga meningkat dari Maret dengan 5,2 persen. Meski begitu, peningkatan pengangguran cukup rendah dari perkiraan ekonom yang mencapai 8,3 persen.

Alasan utama pengangguran tidak turun sebanyak prediksi karena adanya penurunan signifikan dalam jumlah orang yang mencari pekerjaan. Akibatnya, tingkat partisipasi turun 2,4 poin persentase menjadi 63,5 persen dari April, terendah sejak 2004 dan jauh di bawah perkiraan 65,2 persen.

"Tingkat pengangguran naik jauh lebih sedikit dari yang diperkirakan pada bulan April. Tapi itu menutupi penurunan tajam dalam pekerjaan dan kami masih mengharapkan tingkat pengangguran meningkat lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang," ujar Capital Economics, Marcel Thieliant.

Data tersebut adalah perkiraan resmi pengangguran pertama di Australia sejak pembatasan mobilitas terkait Covid-19 yang memaksa bisnis tutup sejak akhir Maret. Perdana Menteri Scott Morrison telah menjanjikan pengucuran senilai lebih dari 10 persen dari PDB, termasuk subsidi 130 miliar dolar Australia kepada pengusaha untuk mempertahankan staf agar tidak di-PHK.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA