Rabu 13 May 2020 23:34 WIB

BKIPM Tebar 40 Ribu Benih Ikan Lokal di Banjarbaru

Penyebaran benih ikan untuk melestarikan plasma nutfah asli Kalimantan.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Dwi Murdaningsih
Bibit ikan. ilustrasi
Foto: Wihdan Hidayat/ Republika
Bibit ikan. ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Balai Karantina Ikan, Pengendali Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Banjarmasin, Kalimantan Selatan, melakukan restocking benih ikan lokal yaitu ikan Papuyu di Embung Loktabat Selatan, Kota Banjarbaru. Kepala BKIPM Banjarmasin Sokhib mengatakan kegiatan ini bertujuan melestarikan plasma nutfah asli Kalimantan dengan menggandeng Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin.

"Total 40 ribu ekor yang dilaksanakan di Embung Sidodadi Kelurahan Loktabat Selatan, Banjarbaru," ujar Sokhib dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (13/5).

Baca Juga

Sokhib menyampaikan ikan papuyu merupakan ikan yang umumnya hidup liar di perairan tawar dab dikenal dengan beberapa nama lain seperti Bethok atau Bethik (bahasa Jawa), Puyu (bahasa Melayu) atau Pepuyu (bahasa Banjar). Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Climbing Gouramy atau Climbing Perch, merujuk pada kemampuannya memanjat ke daratan.

"Nama ilmiahnya adalah Anabas testudineus. Jenis ikan air tawar ini termasuk bahan masakan khas masyarakat Banjar, Kalimantan Selatan," kata Sokhib.

Bagi masyarakat setempat, kata Sokhib, papuyu menjadi menu wajib pada setiap acara adat. Sokhib menjelaskan kegiatan restoking juga sekaligus menyukseskan agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang memiliki 169 capaian terukur dan target yang telah ditentukan oleh PBB.

"Kegiatan restocking ikan lokal ini merupakan salah satu bentuk upaya menjaga keberlangsungan dan keberlanjutan ikan yang menjadi salah satu ikan asli Kalimantan," kata Sokhib menambahkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement