Rabu 13 May 2020 19:30 WIB

Gugus Tugas Nilai Penutupan Sementara Pabrik Sampoerna Tepat

Pabrik rokok Sampoerna di Rungkut 1 dan 2 ditutup sementara sejak 11 Mei.

Satpam menjaga ketat pintu gerbang pabrik rokok PT HM Sampoerna di kawasan Rungkut, Kota Surabaya. (ilustrasi)
Foto: Antara
Satpam menjaga ketat pintu gerbang pabrik rokok PT HM Sampoerna di kawasan Rungkut, Kota Surabaya. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya menilai keputusan PT HM Sampoerna Tbk menutup sementara pabriknya di Rungkut 1 dan Rungkut 2 selama tiga pekan terhitung sejak 11 Mei 2020, sebagai langkah tepat. Dari hasil tes, Total positif Covid dari pabrik PT HM Sampoerna Tbk sebanyak 69 orang.

"Saat situasi sudah kembali membaik dan normal nantinya, pabrik dapat beroperasi kembali mengingat banyaknya jumlah tenaga kerja yang menggantungkan hidupnya di perusahaan itu," kata Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya M. Fikser di Surabaya, Rabu (13/5).

Baca Juga

PT HM Sampoerna melakukan penutupan sementara dua pabriknya di Rungkut 1 dan 2 demi mendukung perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya Raya hingga 25 Mei 2020. Upaya itu juga dilakukan demi menghambat penyebaran penularan Covid-19 di Surabaya.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya mendukung kebijakan Sampoerna dengan tetap membayar upah para karyawan secara penuh dan menunaikan kewajiban perusahaan untuk memberikan tunjangan hari raya (THR) selama kegiatan produksi dihentikan.

Fikser mengatakan, karyawan Sampoerna yang telah terdeteksi terpapar Covid-19 juga telah ditangani sesuai dengan protokol kesehatan. Semua pasien yang positif sudah ditangani di rumah sakit, sedangkan keluarga pasien juga menjalani tes swab.

"Jadi, dulu awalnya kan rapid test (tes cepat), ketahuan yang reaktif lalu dilakukan swab test untuk keluarganya oleh pemerintah kota. Keluarga pasien juga terus diperhatikan, salah satunya dengan pemberian dukungan berupa makanan sehat dan bergizi," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya itu.

Pada awalnya terdapat dua karyawan pabrik PT. HM Sampoerna Tbk yang positif terinfeksi Covid-19 dan sudah dirawat di rumah sakit, namun keduanya telah meninggal dunia. Menindaklanjuti kasus tersebut, Tim Gugus Tugas Covid-19 Jatim melakukan penelusuran terhadap sekitar 500 karyawan Pabrik Rokok HM Sampoerna.

Semua karyawan tersebut kemudian dilakukan tes cepat dan hasilnya 100 orang dinyatakan reaktif Covid-19. Karyawan yang hasilnya reaktif langsung diisolasi dan dilakukan tes swab PCR secara bertahap.

Hasil untuk tes swab tahap pertama dari 46 orang, yang reaktif 34 orang. Sedangkan, tahap kedua dari 54 orang yang ikut swab dinyatakan reaktif 29 orang sehingga total positif Covid-19 berjumlah 63 orang.

Direktur Sampoerna, Elvira Lianita menyatakan, dua fokus utama Sampoerna saat ini adalah memberikan upaya dan dukungan terbaik bagi para karyawan yang terdampak Covid-19 agar mereka mendapatkan perawatan medis yang tepat dan dapat segera sehat. Fokus berikutnya adalah memberikan semangat positif, motivasi dan edukasi bagi seluruh karyawan agar mereka patuh menerapkan protokol kesehatan dan gaya hidup sehat sesuai anjuran pemerintah.

Dengan penghentian sementara kegiatan produksi pada dua fasilitas pabrik di Surabaya, Sampoerna tetap menjamin ketersediaan pasokan produknya. Saat ini, empat fasilitas produksi Sampoerna lainnya masih beroperasi.

Elvira juga menyampaikan komitmen Sampoerna untuk tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) selama masa pandemi ini dan memberikan gaji secara penuh, termasuk menerima Tunjangan Hari Raya.

“Komitmen Sampoerna terkait penerapan protokol kesehatan yang ketat, serta jaminan stabilitas pekerjaan dan penghasilan karyawan ini sejalan dengan imbauan Pemerintah agar semua pihak bergotong royong, saling membantu dan melakukan upaya terbaik agar Indonesia segera keluar dari situasi pandemi Covid-19 dengan tetap menjaga stabilitas sosial ekonomi," katanya.

photo
Penyakit yang Kerap Muncul Saat Berpuasa - (Antara)

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement